Cupu Kyai Panjolo dipercayai masyarakat mampu meramal perkembangan situasi
di Indonesia. Dilaksanakan setiap malam Selasa Kliwon pada bulan Syawal pukul
01.15 s.d 04.00. Yang dipimpin oleh Dw
ijo Sumarto.
ijo Sumarto.
Cupu Panjolo yang diletakkan dalam peti kayu tertutup ukuran lebar 35
centimeter, panjang 20 centimeter dan tinggi 15 centimeter yang dibungkus kain
kafan, besarnya hampir sama sekarung beras 50 kilogram, meski hanya berujud
tiga buah guci masing-masing berukuran sekitar sekepal tangan orang dewasa.
Saat dibuka, lembar demi lembar kain kafan itu akan muncul noda berwarna
cokelat yang jika dicermati akan membentuk gambar maupun angka-angka. Gambaran
inilah yang konon dipercaya warga sebagai ramalan yang akan terjadi pada negeri
ini pada setahun yang akan datang.

Gambar. Piring berisikan nasi dan ingkung ayam
Sekitar jam 22.00 WIB
mengumpulkan nasi dan ingkung ayam di depan Cupu panjolo yang ada di kamar dan
masih tertutup rapat kain putih. Usai ubo rampe di siapkan ingkung ayam siap
saji di keluarkan untuk di makan namun dengan terlebih dahulu di bagi –bagi di
dalam piring lengkap dengan nasi, toge, bijih lamtoro dan suwiran ikan jawa
atau semula ingkung ayam tersebut.
Prosesi selanjutnya sambil menunggu acara puncak yakni pembukaan Cupu
panjolo, juru kunci dan panitia yang berpakaian adat Jawa berblangkon memakai
keris dan atribut lainnya.
Terpantau tepat jam 01.20 menit Cupu panjolo yang berbungkus kain mori/kain
putih dapat dimulai dibuka.

Gambar. Peristiwa dibukanya Cupu Kyai Panjolo
No comments:
Post a Comment