Bentuk kegembiraan
atas kelahiran buah hati di daerah Jawa disebut dengan ritus brokohan atau barokahan. Ketika bayi itu berusia
lima hari,
biasanya digelar upacara pemberian nama atau
kekahan (aqiqahan).
kekahan (aqiqahan).
Dalam upacara ini, biasanya
diikuti dengan prosesi bacaan shalawatan atau membaca barzanji. Pembacaan
barzanjen ini diawali dengan bacaan shalatan yang dibaca secara khas dan
dipimpin oleh peserta tertua. Secara bergantian, mereka membaca puja-pujian
kepada silsilah dan sejarah kehidupan nabi dan di tengah acara ini, terdapat
mahallul qiyam di mana seluruh peserta upacara dan setiap peserta mengoleskan
air kelapa ke kepala bayi.
Tentu, ritual mengoleskan air kelapa itu hanya lambang.
Dengan upacara
brokohan atau barokahan di atas, orang tua mengharap agar kelak bayi yang lahir
itu bisa mendapatkan keberkahan. Karena jika kegembiraan dirayakan dengan rasa
sukur kepada Allah yang disertai dengan doa, tidak mustahil di kemudian hari
Allah akan menjawab rasa sukur orangtua sang anak itu.
Upacara brokohan ini memiliki berbagai tujuan yaitu
:
1.
Mensyukuri karunia Allah
2.
Memohon agar bayinya mendapat
banyak karunia Allah
3.
Terima kasih kerpada seluruh
famili dan kerabat
Upacara brokohan
diselenggarakan pada sore hari setelah kelahiran anak dengan mengadakan
selamatan atau kenduri yang dihadiri oleh dukun perempuan (dukun beranak), para
kerabat, dan ibu-ibu tetangga terdekat. Setelah kenduri selesai, para hadirin
segera membawa pulang sesajian yang telah didoakan.
Sesajian yang dipersiapkan
pada upacara brokohan, antara lain:
1.
Dhawet cendol gula jawa
2.
Jenag abang dan putih
3.
Menir (makan dari beras yang di
tumbuk dan di rebus)
4.
Sekul ambeng: nasi dicampur lauk
pauk jeroan atau iwak sakiris (daging seiris), pecel dicampur lauk ayam matang
5.
Telur ayam kampung mentah
6.
Kembang setaman,
7.
Kelapa
8.
Ingkung
9.
Gula jawa
10.
Beras.
11.
Jajanan pasar
No comments:
Post a Comment