Saturday, June 21, 2014

BROKOHAN



Bentuk kegembiraan atas kelahiran buah hati di daerah Jawa disebut dengan ritus brokohan atau barokahan. Ketika bayi itu berusia lima hari, biasanya digelar upacara pemberian nama atau
kekahan (aqiqahan).
Dalam upacara ini, biasanya diikuti dengan prosesi bacaan shalawatan atau membaca barzanji. Pembacaan barzanjen ini diawali dengan bacaan shalatan yang dibaca secara khas dan dipimpin oleh peserta tertua. Secara bergantian, mereka membaca puja-pujian kepada silsilah dan sejarah kehidupan nabi dan di tengah acara ini, terdapat mahallul qiyam di mana seluruh peserta upacara dan setiap peserta mengoleskan air kelapa ke kepala bayi. Tentu, ritual mengoleskan air kelapa itu hanya lambang.
Dengan upacara brokohan atau barokahan di atas, orang tua mengharap agar kelak bayi yang lahir itu bisa mendapatkan keberkahan. Karena jika kegembiraan dirayakan dengan rasa sukur kepada Allah yang disertai dengan doa, tidak mustahil di kemudian hari Allah akan menjawab rasa sukur orangtua sang anak itu.
Upacara brokohan ini memiliki berbagai tujuan yaitu :
1.        Mensyukuri karunia Allah
2.        Memohon agar bayinya mendapat banyak karunia Allah
3.        Terima kasih kerpada seluruh famili dan kerabat
Upacara brokohan diselenggarakan pada sore hari setelah kelahiran anak dengan mengadakan selamatan atau kenduri yang dihadiri oleh dukun perempuan (dukun beranak), para kerabat, dan ibu-ibu tetangga terdekat. Setelah kenduri selesai, para hadirin segera membawa pulang sesajian yang telah didoakan.
Sesajian yang dipersiapkan pada upacara brokohan, antara lain:


1.      Dhawet cendol gula jawa
2.      Jenag abang dan putih
3.      Menir (makan dari beras yang di tumbuk dan di rebus)
4.      Sekul ambeng: nasi dicampur lauk pauk jeroan atau iwak sakiris (daging seiris), pecel dicampur lauk ayam matang
5.      Telur ayam kampung mentah
6.      Kembang setaman,
7.      Kelapa
8.      Ingkung
9.      Gula jawa
10.  Beras.
11.  Jajanan pasar



No comments:

Post a Comment

PERSPEKTIF PANCASILA DALAM KAJIAN DINAMIKA POLITIK DI INDONESIA

PERSPEKTIF PANCASILA DALAM KAJIAN DINAMIKA POLITIK DI INDONESIA Oleh : Salvika Janti Lestari [*] ) Perspektif Pancasil...