PROPOSAL
USAHA
“BUDIDAYA
JAMUR TIRAM”
DISUSUN
OLEH:
Nama : Hanik Aulia Hamidah
No.
Ujian : 04 – 05 – 101 – 133
Kelas : XII AK1
SMK
N 1 WONOSARI
Jalan
Veteran Wonosari Gunungkidul, Telp (0274) 391054
HALAMAN
PENGESAHAN
PROPOSAL
USAHA
“BUDIDAYA
JAMUR TIRAM”
DISUSUN
OLEH:
NAMA : HANIK AULIA HAMIDAH
NO.
UJIAN : 04 – 05 – 101 – 133
KELAS : XII AK1
TELAH
DIUJI DAN DIPRESENTASIKAN DI DEPAN PENGUJI
PENGUJI:
Drs. BAMBANG SUDARYANA
NIP. 19560717 198602 1 004 ……………………..
Dra. A. ONIK KARTIKANINGSIH, M.Pd
NIP. 19641005 1990 03 2 005 ……………………..
WONOSARI, MARET 2014
MENGETAHUI
KEPALA
SMK N 1 WONOSARI
Drs.
MUDJI MULJATNA, MM
NIP.
19570919 198503 1 016
SMK
N 1 WONOSARI
Jalan
Veteran Wonosari Gunungkidul, Telp (0274) 391054
2013/2014
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kami
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya
sehingga proposal ini dapat diselesaikan dengan baik.
Dalam membuka suatu
usaha diperlukan perencanaan yang matang agar usaha tersebut dapat berjalan
dengan baik dan memperoleh hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, proposal ini
disusun dengan tujuan untuk membuka usaha agar terarah dan terencana, serta
proposal ini disusun dalam rangka memenuhi Tugas Akhir Kewirausahaan.
Dalam penyusunan
proposal ini tentunya tidak lepas dari dorongan dan bantuan dariberbagai pihak.
Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak
Drs. Mudji Muljatna,M.M, selaku Kepala SMK N 1 Wonosari
2. Bapak
Bambang Sudaryana, selaku guru pembimbing bidang studi kewirausahaan.
3. Kedua orang tua yang telah memberi motivasi baik
materiil maupun spiritual.
4. Teman-
teman dan semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian proposal ini.
Penulis menyadari bahwa
proposal ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan. Penulis berharap proposal
ini dapat memberikan manfaat dan dapatdijadikan motivasi untuk senantisa aktif
dalam kegiatan berwirausaha bagi pembaca.
Wonosari, Maret
2014
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i
HALAMAN
PENGESAHAN ...................................................................................... ii
KATA PENGANTAR .................................................................................................. iii
DAFTAR ISI ................................................................................................................. iv
DESKRIPSI UMUM .................................................................................................... v
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang ............................................................................................................... 1
A. Perumusan
Visi Usaha ...................................................................................... 1
B. Perumusan
Misi Usaha ..................................................................................... 1
C. Tujuan
Usaha .................................................................................................... 1
D. Analisis
Swot.....................................................................................................
2
E. Deskripsi
Usaha.................................................................................................
3
BAB II PEMBAHASAN
A. Aspek
Produksi ................................................................................................ 4
B. Aspek
Pemasaran .............................................................................................. 7
C. Aspek
Teknis .................................................................................................... 8
D. Aspek
Organisasi dan Manajemen ................................................................... 8
E. Aspek
Yuridis ................................................................................................... 9
F. Aspek
Keuangan / Permodalan ........................................................................ 9
G. Pembahasan
Modal Kerja ................................................................................. 10
H. Perkiraan
Financial ........................................................................................... 11
I. Analisis
Break Event Point ............................................................................... 12
J. Arus
Kas (Cash Flow) ...................................................................................... 12
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
....................................................................................................... 13
B. Saran
................................................................................................................. 13
DESKRIPSI UMUM
Nama
Usaha : Usaha Budidaya
Jamur Tiram
Bentuk
Usaha : Perseorangan
Jenis
Usaha : Perdagangan
Lokasi : Kemorosari II,
Piyaman, Wonosari, Gunungkidul
Nama
Pemilik : Hanik Aulia Hamidah
Alamat : Kemorosari
II, Piyaman, Wonosari, Gunungkidul
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Jamur tiram putih adalah salah satu
jenis tanaman yang diminati oleh banyak orang untuk dikonsumsi. Dewasa ini,
jamur telah menjadi kebutuhan dan bagian hidup manusia. Tanpa jamur mustahil
dapat membuat roti, tempe, tape, oncom, tauco, dan obat-obatan seperti
penicillin. Beberapa jenis jamur merupakan sumber makanan yang setara dengan
daging dan ikan yang bergizi tinggi. Jamur merupakan bahan pangan alternatif
yang disukai oleh semua lapisan masyarakat.
Di dunia ini terdapat berberapa spesies
jamur, ada jamur yang dapat merugikan manusia dan ada yang menguntungkan. Jamur
mempunyai nilai gizi tinggi terutama kandungan proteinnya (15-20 persen berat
keringnya). Sifat nutrisi (kelengkapan asam amino) yang dimiliki oleh jamur
lebih menentukan mutu gizinya. Jamur segar pada umumnya mengandung 85-89 persen
air. Kandungan lemak cukup rendah antara 1,08-9,4 persen (berat kering) terdiri
dari asam lemak bebas mono ditriglieserida, kolesterol, dan poshpolipida.
Berawal dari kebutuhan masyarakat akan
makanan yang bergizi dan bebas lemak membuka peluang untuk memenuhi kebutuhan
konsumen akan makanan itu. Jamur sulit ditemukan, kalaupun ada pastinya tidak
akan bisa mencukupi kebutuhan.
Hal tersebut mendorong saya untuk mendirikan usaha budidaya jamur khususnya
jamur tiram putih.
B. Perumusan
Visi Usaha
Menjadi
industri budidaya jamur tiram yang memenuhi kebutuhan jamur tiram dalam negeri
khususnya daerah Gunungkidul dan sekitarnya serta Indonesia pada umumnya.
C. Perumusan
Misi Usaha
1.
Memberikan
pelayanan prima kepada konsumen
2.
Meningkatkan
taraf gizi masyarakat dengan menghasilkan jamur berkualitas baik.
3.
Memperkenalkan
jamur tiram secara luas kepada masyarakat melalui pendekatan kualitas (cita
rasa, mutu dan kesegaran) dan pendekatan pelayanan konsumen.
4.
Mensosialisasikan
manfaat jamur tiram bagi kesehatan masyarakat sekitar Gunungkidul pada
khususnya dan Indonesia pada umumnya.
D. Tujuan
Usaha
1.
Mempermudah masyarakat dalam memperoleh
bahan makanan yang berprotein tinggi.
2.
Meningkatkan penghasilan bagi pemilik
usaha
3.
Mengembangkan keahlian yang dimiliki
4.
Menciptakan lapangan pekerjaan
E. Analisis
Swot
1.
Strength (Kekuatan)
Jamur tiram putih memiliki cita rasa yang khas,
selain itu jamur tiram memiliki nilai gizi yang tinggi jamur tiram mengandung protein
sebanyak 19 – 35 % dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 –
81,8 %. Jamur tiram juga mengandung vitamin atau vit. B1,
riboflavin atau vit. B2, niasin, biotin serta beberapa garam mineral
dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K dalam komposisi yang seimbang. Bila
dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya
25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram, maka kandungan gizi jamur masih lebih
lengkap.
Selain
itu jamur tiram merupakan produk yang dapat dikembangkan dengan teknik
sederhana. Bahan baku yang dibutuhkan tergolong bahan yang murah dan mudah
diperoleh seperti serbuk gergaji, dedak dan kapur, sementara proses budidaya
sendiri tidak membutuhkan berbagai pestisida atau bahan kimia lainnya hal
tersebutlah yang menjadi kekuatan produk ini.
2.
Weakness (Kelemahan)
Kesempatan yang dapat menghambat kemampuan
usaha adalah modal. Modal merupakan komponen utama dalam pembentukan usaha.
Untuk memiliki kualitas yang baik, modal yang dimiliki harus mencukupi,
sehingga modal utama yang digunakan cukup besar.
Pengadaan tempat juga menjadi salah satu
penghambat usaha. Tempat yang dimiliki haruslah strategis. Sedangkan saat ini,
tempat yang strategis memiliki harga yang cukup mahal. Sehingga cukup menjadi
pertimbangan jika akan menetap disuatu tempat untuk membuka usaha ini.
3.
Opportunity (Peluang)
Adanya peluang usaha merupakan hal paling penting
untuk menjalani sebuah usaha. Dalam hal ini yang menjadi peluang untuk
mendirikan usaha budidaya jamur tiram yaitu usaha budidaya jamur tiram memiliki
keadaan prospek ekonomi yang baik.
Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur tiram cukup tinggi, sehingga
produksi jamur tiram merupakan peluang yang menguntungkan.
4.
Threat (Ancaman)
Ancaman dari usaha budidaya jamur tiram adalah
adanya kompetitor yang bergerak dalam bidang yang sama. Hal ini dapat diatasi
dengan meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan serta menjaga
kehigienisan produk. Selain itu menarik konsumen yang datang juga merupakan hal
yang sulit jika sudah terjadi persaingan yang ketat. Hal ini mengharuskan usaha
marketing yang mampu menarik konsumen untuk datang dan membeli.
F. Deskripsi
Usaha
Usaha budidaya jamur ini adalah usaha
yang bergerak dalam bidang pembudidayaan jamur tiram putih. Usaha ini didirikan
di Kemorosari II, Piyaman, Wonosari, Gunungkidul. Budidaya jamur tiram ini
merupakan usaha yang menjanjikan karena memiliki konsumen yang tergolong
banyak, mengingat jamur tiram putih merupakan tanaman yang disukai oleh banyak
orang untuk dikonsumsi. Sehingga peluang usaha budidaya jamur tiram terbuka
lebar.
Usaha budidaya jamur tiram ini
dijalankan oleh pemilik sebagai pengelola dan dibantu oleh 2 (dua) orang tenaga
kerja pada tahap pertama, namun seiring dengan perkembangan usaha ini tenaga
kerja akan di tambah sesuai dengan kebutuhan. Hal ini dimaksudkan untuk
meminimalkan biaya sehingga diharapkan usaha ini dapat memberikan keuntungan
yang maksimal. Usaha budidaya jamur ini diawali dengan pengumpulan modal,
pemilihan dan persiapan tempat usaha serta pemesanan bibit jamur.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Aspek
Produksi
1.
Jenis Produk yang Dihasilkan
Usaha Budidaya Jamur ini menghasilkan
jamur tiram putih yang mengutamakan kualitas jamur tersebut.
2.
Jumlah Produk yang Dihasilkan
Dalam usaha
budidaya jamur tiram tanaman jamur dapat dipanen sekitar umur 3-4 bulan, yang
mana tiap log rata-rata menghasilkan 0,5 - 0,6 Kg.
3.
Waktu Pelaksanaan Usaha
Usaha budidaya jamur tiram dilakukan
secara terus menerus. Dalam satu kali peiode panen, usaha ini memerlukan waktu
kurang lebih 3 bulan. Usaha ini diawali dengan pengumpulan modal, pemilihan dan
persiapan tempat usaha, pembelian peralatan, serta pemesanan bibit jamur.
Setelah semuanya tersedia usaha ini direncanakan akan dimulai pada bulan Juni
2014.
4.
Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan
a.
Peralatan dan tempat yang dibutuhkan
antara lain :
No
|
Nama Alat/Tempat
|
Ada/Belum
|
Cara Memperoleh
|
1.
|
Bangunan
120 m2
|
Belum Ada
|
Menyewa
|
2.
|
Kumbung
Rak
|
Belum Ada
|
Membeli
|
3.
|
Plastik
Baglog
|
Belum Ada
|
Membeli
|
4.
|
1
Set Peralatan (Cangkul, tong air, penyemprot, sekop, sendok bibit, dll)
|
Belum Ada
|
Membeli
|
5.
|
Media
Tumbuh
|
Ada
|
Membuat Sendiri
|
b. Bahan-bahan
yang dibutuhkan antara lain :
No
|
Nama Bahan Baku
|
Ada/Belum
|
Cara Memperoleh
|
1.
|
Bibit
Jamur Tiram Putih
|
Belum Ada
|
Membeli
|
5.
Jumlah Tenaga Kerja
Pada tahap pertama usaha ini membutuhkan
karyawan sebanyak 2 (dua) orang sebagai karyawan budidaya dan karyawan lepas. Selanjutnya
jumlah karyawan akan terus ditambah seiring dengan berkembangnya usaha budidaya
jamur tiram ini.
6.
Data Biaya Produksi
a.
Biaya Tetap
|
|||
Biaya tetap untuk
satu periode panen :
|
|||
ü
Biaya sewa
(3/12 x Rp. 3000.000,00)
|
Rp. 750.000,00
|
||
ü
BBB
|
Rp. 9.000.000,00
+
|
||
Jumlah biaya tetap
|
Rp. 9.750.000,00
|
||
b. Biaya
Variabel
|
|||
Biaya tenaga kerja
untuk satu periode panen :
|
|||
ü
Biaya tenaga kerja
|
Rp. 1.800.000,00
|
||
c.
Biaya Overhead Pabrik
|
|||
ü Biaya
listrik
|
Rp. 150.000,00
|
||
ü Biaya
pemeliharaan jamur
|
Rp. 500.000,00
|
||
ü Biaya
perlengkapan
|
Rp. 350.000,00
|
||
ü Biaya
transportasi
|
Rp. 200.000,00
|
||
ü Biaya
promosi
|
Rp. 600.000,00
|
||
ü Biaya
penyusutan
|
Rp. 750.000,00
|
||
ü Biaya
lain-lain
|
Rp. 100.000,00
+
|
||
Jumlah
biaya overhead pabrik
|
Rp. 2.650.000,00
|
||
d. Biaya
Aset Tetap
|
|||
ü Pembelian
kumbung rak
|
Rp.
4.000.000,00
|
||
ü Pembelian
1 set peralatan
|
Rp. 2.000.000,00
+
|
||
Jumlah biaya aset tetap
|
Rp.
6.000.000,00+
|
||
Jumlah biaya produksi
|
Rp.20.200.000,00
|
||
7.
Proses Budidaya
a.
Persiapan Lahan
Jamur ditanam
di dalam bangunan seluas 120m2 dengan memperhatikan kelembaban udara
, suhu udara dan pengaturan pencahayaan sinar matahari, tanaman ini tidak boleh
terkena sinar matahari secara langsung.
b.
Persiapan Media
Tumbuh
Media yang
digunakan adalah serbuk gergaji kayu yang dicampur dengan katul dengan
komposisi 15%, kapur 2 % dan serbuk jagung 5%. Kemudian adonan di atas dicampur
dengan air dengan komposisi 60% dan diaduk, didiamkan dan dicek PH-nya,
PH yang ideal adalah 7, kemudian didinginkan lalu dimasukkan kedalam plastik
polibek dan ditaruh ditong (steam) di kukus selama 7 jam untuk mensterilkan
media. Media serbuk gergaji kayu merupakan media yang bagus untuk jamur,
sedangkan katul dan serbuk jagung merupakan vitamin/pupuk bagi tanaman jamur.
c.
Pembibitan
Pemindahan
bibit jamur ini dilakukan dengan cara memindahkan bibit jamur dari botol
penanamnya ke dalam log yang telah disiapkan. Proses pemindahan bibit jamur
adalah sebagai berikut:
1.
Menyiapkan
media tanam yang telah disterilkan.
2.
Menyiapkan
lampu teplok yang berbahan bakar spiritus.
3.
Menyiapkan
pengungkit bibit dari bahan stenlees stel.
4.
Menyiapkan
bibit yang diinginkan.
Setelah siap
semua, pertama-tama pengungkit disterilkan dulu dengan api lampu teplok,
kemudian pengungkit tadi digunakan untuk memindah bibit dari botol. Pada proses
pemindahan harus didekatkan pada cahaya lampu teplok sehingga bakteri dan kuman
tidak dapat masuk dalam tanaman ini. Setelah bibit dimasukkan lalu ditutup
menggunakan kapas kemudian didiamkan sebentar sebelum dimasukkan ke kumbung.
d.
Pemindahan
bibit ke kumbung
Setelah bibit
siap untuk dipindahkan, maka yang perlu dilakukan adalah:
1.
Mempersiapkan
rak yang akan menampung log atau bibit. Jarak ideal antara bibit adalah satu
meter.
2.
Log ditata
dengan posisi ideal yaitu dengan posisi mendatar. Log tidak dianjurkan ditata
dengan posisi berdiri.
3.
Setelah log
dipasang di rak dengan baik lalu disiram dengan air.
e.
Penyiraman
Jamur
disirami secara ideal 3 kali tiap hari atau tiap dua hari sekali,
tergantung pada suhu udara, temperatur dan kelembaban. Penyiraman dilakukan
pada lantai tanpa terkena daun jamur. Penyiraman dilakukan dengan sprayer halus
hal ini dilakukan untuk menjaga kelembaban udara.
f.
Pencahayaan
Tanaman Jamur tidak boleh terkena sinar matahar secara langsung.
g.
Pengkondisian
suhu dan kelembaban
Suhu untuk
tanaman jamur idealnya rata-rata antara 23-28° C sedangkan kelembaban yang
diperlukan antara 90-95%.
h.
Pengendalian
hama penyakit
Tanaman jamur
ini yang terpenting adalah terjaga perawatan dan kebersihannya. Jika terkena
hama dan penyakit maka untuk mengantisipasinya adalah dengan cara menyemprotkan
dengan pembasmi hama.
i.
Panen
Tanaman jamur
ini dapat dipanen sekitar umur 3-4 bulan, tiap baglog rata-rata menghasilkan 0,5
- 0,6 Kg.
8.
Rencana
Perluasan Produksi
Sebagai
bentuk perluasan produksi, usaha budidaya jamur tiram ini akan menghasilkan
produk turunan jamur tiram seperti kripik jamur, jamur goreng tepung, jamur
siap masak dalam kemasan plastik, dll. Produk turunan ini rencananya akan di
pasarkan melalui beberapa minirmarket yang ada di Wonosari seperti Indomart,
Alfamart, Istana, dll. Selain itu seiring berkembangnya usaha budidaya jamur
tiram ini, diharapkan usaha ini dapat memenuhi kebutuhan jamur dalam negeri dan
juga dapat mengekspor jamur tiram keluar negeri untuk memperluas hasil produksi.
B. Aspek Pemasaran
1.
Segmen Pasar
Dalam usaha ini segmen pasar yang akan dituju
adalah konsumen jamur dari ‘house need’ sehingga kebutuhan akan jamur tiram
masih tergolong tinggi dan pemenuhannya masih terbatas pada pasar tradisional
pada umumnya.
2.
Strategi Pemasaran
Dalam
pemasaran produk budidaya jamur tiram pada tahun-tahun awal akan difokuskan
pada pasar-pasar tradisional di Gunungkidul dan sekitanya. Pemasaran melalui
pasar swalayan, restoran, dan hotel akan dilakukan apabila usaha budidaya jamur
tiam telah stabil serta sarana dan prasarana memadai.
3.
Promosi
Dalam
usaha ini promosi produk akan dilakukan dengan cara menggunakan media jaringan
internet untuk memperluas jaringan usaha serta membuat papan reklame di dekat
jalan usaha ini didirikan serta di tempat-tempat yang strategis seperti di tepi
jalan kota kecamatan setempat.
4.
Penetapan Harga Jual
Penetapan
harga jual jamur tidaklah mahal hanya berkisar Rp. 10.000,- sampai 12.000,- per
kilo, harga tersebut sangatlah terjangkau bagi masyarakat sehingga diharapkan
semua kalangan dapat menjangkau.
C. Aspek
Teknis
1.
Rencana Display
Pendisplayan
produk dilakukan dengan cara mengemas produk jamur tiram putih dengan plastik
kemasan yang baik dan berkualitas sehingga akan lebih terjamin kenersihannya.
2.
Kebutuhan Tenaga Kerja
Usaha budidaya jamur tiram merupakan
usaha yang masih tergolong baru di Gunungkidul sehingga akan menjadi lapangan
pekerjaan baru bagi masyarakat setempat, pada tahap pertama usaha ini membutuhkan
karyawan sebanyak 2 (dua). Selanjutnya jumlah karyawan akan terus ditambah
seiring dengan berkembangnya usaha budidaya jamur tiram ini.
3.
Kebutuhan Tempat dan Peralatan
Peralatan
dan tempat yang dibutuhkan antara lain:
ü Bangunan
dengan luas 120 m2
ü Kumbung
Rak
ü Plastik
Baglog
ü 1
Set Peralatan ( Cangkul, tong air, penyemprot, sekop, sendok bibit, dll.)
ü Media
Tumbuh
D. Aspek
Organisasi Dan Manajemen
1.
Jenis dan Volume Pekerjaan
Dalam usaha budidaya jamur tiram ini
sekali panen dapat menghasilkan jamur tiram sekitar 170 Kg perhari dan 10.000
log perbulan. Yang mana jamur ini dapat
dipanen sekitar umur 3-4 bulan, tiap log rata-rata menghasilkan 5-6 Kg.
2.
Struktur Organisasi
Usaha budidaya jamur tiram ini merupakan
usaha perseorangan yang dipimpin langsung oleh pemilik usaha. Dalam menjalankan
usaha ini pemilik dibantu oleh 2 (dua) orang pekerja.
3.
Uraian Pembagian Pekerjaan
Dalam usaha budidaya jamur tiram ini
terdapat 2 (dua) orang pekerja yang dibagi menjadi karyawan budidaya dan
karyawan lepas. Karyawan budidaya
bertanggugjawab atas seluruh proses produksi sedangkan karyawan lepas bertugas
untuk merawat jamur, memanen jamur, packing dan pemasaran.
4.
Sistem Balas Jasa
Upah tenaga kerja dihitung setiap hari
yaitu sebesar Rp. 10.000,-. Upah ini akan diberikan kepada pekerja setiap akhir
bulan yakni sebesar Rp. 300.000,- per orang. Jadi ketidakhadiran pekerja akan
mempengaruhi jumlah upah yang akan diterima.
E. Aspek
Yuridis
Dalam mendirikan usaha budidaya jamur
tiram diperlukan beberapa surat-surat penting yaitu SITU, SIUP dan AMDAL.
F. Aspek
Keuangan / Permodalan
1.
Sumber Modal
|
||
– Modal
sendiri
|
Rp. 6.000.000,00
|
|
– Pinjaman
dari pihak ketiga
|
Rp. 10.000.000,00
+
|
|
Jumlah sumber modal
|
Rp. 16.000.000,00
|
|
2.
Modal/Investasi
|
||
– Kendaraan
(motor)
|
Rp.
14.000.000,00
+
|
|
Jumlah
Sumber Modal dan Modal/Investasi
|
Rp.
30.000.000,00
|
G. Pembahasan
Modal Kerja
1.
Gaji / Upah
|
||
– Tenaga
kerja (3 bln x Rp. 300.000,00 x 2 org)
|
Rp. 1.800.000,00
|
|
2.
Bahan Baku
|
||
–
Bibit Jamur (5000 buah baglog @
Rp. 1.800,00)
|
Rp. 9.000.000,00
|
|
3.
Sewa Bagunan 120 m2
|
Rp.
3.000.000,00
|
|
4.
Transportasi
|
Rp. 200.000,00
|
|
5.
Promosi
|
Rp. 600.000,00
|
|
6.
Perlengkapan
|
Rp. 350.000,00
|
|
7.
Penyusutan
|
||
– Kendaraan
|
Rp. 450.000,00
|
|
– Peralatan
|
Rp. 300.000,00+
|
|
Jumlah penyusutan
|
Rp. 750.000,00
|
|
8.
Biaya Listrik (3 bln x Rp. 50.000,00)
|
Rp. 150.000,00
|
|
9.
Biaya Pemeliharaan Jamur
|
Rp. 500.000,00
|
|
10.
Biaya Lain-lain
|
Rp. 100.000,00
|
|
11.
Biaya Aset Tetap
|
||
– Pembelian
kumbung rak
|
Rp.4.000.000,00
|
|
– Pembelian
1 set peralatan
|
Rp.2.000.000,00+
|
|
Jumlah biaya aset tetap
|
Rp. 6.000.000,00+
|
|
Jumlah kebutuhan dana keseluruhan
|
Rp.22.450.000,00
|
|
Rekapitulasi
dana yang dibutuhkan :
|
||
1.
Jumlah sumber modal dan
modal/investasi
|
Rp.30.000.000,00
|
|
2.
Jumlah kebutuhan gaji
|
Rp. 1.800.000,00
|
|
3.
Jumlah kebutuhan dana bahan baku
|
Rp. 9.000.000,00
|
|
4.
Jumlah kebutuhan dana :
|
||
–
Sewa Bangunan 120 m2
(3 th)
|
Rp.3.000.000,00
|
|
–
Aset Tetap (peralatan)
|
Rp.6.000.000,00
|
|
–
Transportasi
|
Rp. 200.000,00
|
|
–
Perlengkapan
|
Rp. 350.000,00
|
|
–
Penyusutan
|
Rp. 750.000,00
|
|
–
Promosi
|
Rp. 600.000,00
|
|
–
Listrik
|
Rp. 150.000,00
|
|
–
Pemeliharaan Jamur
|
Rp. 500.000,00
|
|
–
Lain-lain
|
Rp. 100.000,00+
|
|
Jumlah
|
Rp.11.650.000,00+
|
|
Jumlah
kebutuhan modal seluruhnya
|
Rp.52.450.000,00
|
H. Perkiraan
Financial
Perkiraan
keuntungan dan kerugian usaha dalam 1 periode panen :
Pendapatan :
|
|||
Penjualan
(0,6 kg x 5.000 baglog x Rp. 10.000,00)
|
Rp.30.000.000,00
|
||
Pengeluaran :
|
|||
1.
Biaya Tetap
|
|||
–
BBB
|
Rp. 9.000.000,00
|
||
– Sewa
bangunan
(3/12 x 3.000.000)
|
Rp. 750.000,00
|
||
Jumlah
biaya tetap
|
Rp. 9.750.000,00
|
||
2.
BTK
|
Rp. 1.800.000,00
|
||
3.
BOP
|
|||
– Biaya
Transportasi
|
Rp. 200.000,00
|
||
– B.
Perlengkapan
|
Rp. 350.000,00
|
||
– Biaya
Penyusutan
|
Rp. 750.000,00
|
||
– Biaya
Promosi
|
Rp. 600.000,00
|
||
– Biaya
Listrik
|
Rp. 150.000,00
|
||
– B.Pemeliharaan
Jamur
|
Rp. 500.000,00
|
||
– Biaya
Lain-lain
|
Rp. 100.000,00+
|
||
Jumlah
BOP
|
Rp. 1.900.000,00
|
||
4.
Biaya Penyusutan
|
|||
– Biaya
Penyusutan Kendaraan
|
|||
14.000.000
– 5.000.000 x 3/12 :
3
|
Rp. 450.000,00
|
||
– Biaya
Penyusutan Asset Tetap
|
|||
4.000.000,00
–400.000,00 x 3/12 :
3
|
Rp. 300.000,00
|
||
5.
Biaya Aset Tetap
|
|||
– Pemb
kumbung rak
|
Rp. 4.000.000,00
|
||
– Pemb.
1 set peralt.
|
Rp. 2.000.000,00
+
|
||
Jumlah
Biaya Aset Tetap
|
Rp. 6.000.000,00+
|
||
Jumlah
Biaya Usaha
|
Rp.20.200.000,00+
|
||
Laba Usaha
|
Rp. 9.800.000,00
|
I. Analisis
Break Even Point
Biaya-biaya
yang pasti dikeluarkan untuk setiap satu periode panen antara lain :
–
Biaya sewa
|
Rp. 750.000,00
|
–
Biaya bahan baku
|
Rp. 9.000.000,00
|
–
Biaya tenaga kerja
|
Rp. 1.800.000,00
|
–
Biaya overhead pabrik
|
Rp. 2.650.000,00
|
–
Biaya asset tetap
|
Rp. 6.000.000,00
|
Jumlah
|
Rp. 20.200.000,00
|
BEP = Rp. 20.200.000,00 = 2.020
Rp. 12.000,00
Kesimpulan Break Event
point :
Agar biaya yang
dikeluarkan dapat kembali maka setiap 1 periode panen harus bisa menjual 2.020
kg jamur tiram.
J. Arus
Kas (Cash Flow)
Keterangan
|
Bulan
Ke-1
(Rp)
|
Bulan
Ke-2
(Rp)
|
Bulan
Ke-3
(Rp)
|
Penerimaan
|
|||
Modal
|
16.000.000
|
25.800.000
|
41.600.000
|
Penjualan
|
30.000.000
|
33.000.000
|
36.000.000
|
Jumlah
Penerimaan
|
46.000.000
|
58.800.000
|
77.600.000
|
Pengeluaran
|
|||
Bahan baku
|
9.000.000
|
9.000.000
|
9.000.000
|
Sewa bangunan
|
750.000
|
750.000
|
750.000
|
Tenaga kerja
|
1.800.000
|
1.800.000
|
1.800.000
|
Transportasi
|
200.000
|
200.000
|
200.000
|
Perlengkapan
|
350.000
|
350.000
|
350.000
|
Listrik
|
150.000
|
150.000
|
150.000
|
Promosi
|
600.000
|
600.000
|
600.000
|
Pemeliharaan jamur
|
500.000
|
500.000
|
500.000
|
Penyusutan
|
750.000
|
750.000
|
750.000
|
Lain-lain
|
100.000
|
100.000
|
100.000
|
Pembelian aset tetap
|
6.000.000
|
-
|
-
|
Jumlah
pengeluaran
|
20.200.000
|
14.200.000
|
14.200.000
|
Modal
Akhir
|
25.800.000
|
44.600.000
|
63.400.000
|
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Usaha ini bergerak dalam bidang
pembudidayaan yang dipimpin langsung oleh pemilik usaha. Usaha ini didirikan
bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan baru, memperoleh keuntungan serta
mempermudah masyarakat untuk memperoleh bahan makanan yang berprotein tinggi.
Dalam mendirikan usaha ini, diperlukan
pengetahuan bagaimana cara membudidayakan jamur tiram, alat serta bahan yang
diperlukan dalam proses budidaya, serta besarnya modal yang dibutuhkan dan
strategi pemasaran. Hal ini diperlukan dengan tujuan untuk memperoleh
keuntungann yang maksimal.
B. Saran
Sebelum mendirikan sebuah usaha
hendaknya kita memperhatikan bagaimana peluang usaha tersebut, situasi pasar,
aspek permodalan dan biaya yang diperlukan. Selain itu dalam berwirausaha kita
harus siap untuk menghadapi bernagai hambatan dan ancaman yang akan terjadi.
LAMPIRAN
Yth.
Sdr. Lurah
No. : Kecamatan
...................................
Lamp. : Rekomendasi
Kotamadya
Hal : Permohonan Di
.................................................
Untuk
Memperoleh SITU
Dengan Hormat,
Yang betanda tangan dibawah ini :
Nama :
Alamat :
Dengan
ini, mengajukan permohonan rekomendasi Pembuatan Izin Tempat Usaha, untuk usaha
……………………………………..
Untuk melengkapi permohonan
rekomendasi penerbitan SITU dari Sdr. Walikota Pemerintah Daerah Tingkat II
Gunungkidul, berikut ini kami lampirkan :
1.
Suat
Izin dari para tetangga yang sudah diketahui oleh RT dan RW
2.
Fotocopy
KTP
3.
Fotocopy
lunas PBB
4.
Fotocopy
IMB dan gambar daerah
5.
NPWP
Demikianlah
surat permohonan rekomendasi izin tempat usaha, sebelumnya saya ucapkan terima
kasih.
.…………….., Maret
2014
Hormat
saya,
(…………..………………..)

REPUBLIK INDONESIA
DEPARTEMEN PERDAGANGANSURAT IZIN
PEDAGANGAN (SIUP)
NO SIUP : 009/10-25/PK/I/2013
NAMA
PERUSAHAAN :
ALAMAT
KANTOR PERUSAHAAN :
NAMA
PEMILIK/PENANGGUNGJAWAB :
NOMOR
POKOK WAJIB PAJAK (NPWP) :
GOLONGAN
USAHA :
BIDANG
USAHA :
JENIS
BARANG/JASA DAGANGAN UTAMA :
SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN
(SIUP) INI BERLAKU UNTUK MELAKUKAN KEGIATAN PERDAGANGAN DI SELURUH WILAYAH
REPUBLIK INDONESIA SELAMA PERUSAHAAN MASIH MENJALANKAN KEGIATAN USAHANYA
DIKELUARKAN DI GUNUNGKIDUL
PADA TANGGAL :
A.a.
MENTRI PERDAGANGAN
KEPALA KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN
PERDAGANGAN PROPINSI
u.b
KEPALA
BIDANG USAHA DAN

(………………………………)
NIP.
MENGIZINKAN
Kepada :
|
Nama :
|
Alamat :
|
|
Nama Peusahaan :
|
|
Alamat Perusahaan :
|
|
Jenis Usaha :
|
|
Mesin Penggerak :
|
dengan
ketentuan :
I.
Pengusaha
diwajibkan untuk melengkapi izin-izin yang berkaitan dengan jenis/bentuk
usahanya dai instansi yang berwenang.
II.
Dalam
menjalankan perusahaan, pengusaha/pemilik/pengurus yang bersangkutan wajib
mentaati syarat-syarat sebagai berikut:
1)
KEAMANAAN
a.
Dalam
Perusahaan harus disediakan alat pemadam kebakaran minimal ……….. (……) buah yang
berjalan dengan baik dan sewaktu-waktu dapat dipergunakan.
b.
Perusahaan
yang karena kegiatannya harus menggunakan atau menyediakan bahan yang mudah terbaka,harus
disimpan sedemikian rupa sehingga aman sesuai dengan petunjuk teknis.
c.
Bangunan
Perusahaan harus tediri dari bahan-bahan yang tidak mudah terbakar.
d.
Harus
mengikuti dan mentaati Undang-Undang Keselamatan Kerja.
2)
KESEHATAN
a.
Harus
memelihara dan menjaga kebersihan dan kesehatan di dalam dan di sekitar
perusahaan
b.
Harus
menyediakan tempat kotoran / sampah yang ditentukan.
c.
Harus
mencegah atas kemungkinan akan terjadinya pencemaran lingkungan hidup.
d.
Harus
menyediakan alat-alat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
3)
KETERTIBAN
a.
Harus
menjaga ketertiban di dalam dan di sekitar perusahaan.
b.
Kegiatan
perusahaan hanya dapat dilakukan dari jam 08.00 – 16.00
c.
Melebihi
jam kerja tersebut dalam butir b, hanya dapat dilakukan dengan ijin khusus,
kecuali bagi perusahaan yang menurut ketentuan melakukan kegiatan usahanya 24
jam.
d.
Dilarang
menyimpan barang-barang di pinggir jalan umum, trotoar / berm atau muka dan
halaman rumah oang lain.
e.
Penggunaan
bangunan usaha harus sesuai dengan peratuan bangunan Gunungkidul.
4)
SYARAT-SYARAT
LAIN
a.
Dalam
penerimaan atau penempatan tenaga kerja, perusahaan diwajibkan untuk
menggunakan tenaga kerja dan penduduk sekitar tempat perusahaan yang mempunyai
kartu penduduk (KTP) kotamadya Daerah Tingkat II Gunungkidul.
b.
![]() |
|
![]() |
III.
Kelalaian
dan/atau kesengajaan pengusaha senhingga melangga syaat-syarat tersebut di ctum
II di atas, dapat berakibat dicabutnya Surat Izin Tempat Usaha ini dan
perusahaan dikenakan tindakan penutupan.
IV.
Izin
Tempat Usaha ini diberikan untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung mulai
tanggal ……………. dan selambat-lambatnya 1(satu) bulan sebelum jangka waktu
tersebut berakhir harus mengajukan perpanjangan kepada kami melalui Bagian
Peekonomian Kotamadya Daerah Tingkat II Gunungkidul.
V.
Surat
Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dengan keterangan akan
ditinjau kembali
DITETAPKAN
DI GUNUNGKIDUL

An.
WALIKOTA MADYA KEPALA DAERAH TINGKAT II
GUNUNGKIDUL
Kepala
Bagian Perekonomian
NIP.
No comments:
Post a Comment