Wednesday, March 26, 2014

Proposal Usaha Budidaya Jamur Tiram (Ditulis Oleh Hanik Aulia Hamidah)

PROPOSAL USAHA
“BUDIDAYA JAMUR TIRAM”

















                                                                                             




DISUSUN OLEH:
Nama             : Hanik Aulia Hamidah
No. Ujian       : 04 – 05 – 101 – 133
Kelas              : XII AK1




SMK N 1 WONOSARI
Jalan Veteran Wonosari Gunungkidul, Telp (0274) 391054
2013/2014




HALAMAN PENGESAHAN

PROPOSAL USAHA
“BUDIDAYA JAMUR TIRAM”

DISUSUN OLEH:
NAMA          : HANIK AULIA HAMIDAH
NO. UJIAN   : 04 – 05 – 101 – 133
KELAS         : XII AK1

TELAH DIUJI DAN DIPRESENTASIKAN DI DEPAN PENGUJI
PENGUJI:




Drs. BAMBANG SUDARYANA
NIP. 19560717 198602 1 004                                                            ……………………..


Dra. A. ONIK KARTIKANINGSIH, M.Pd
NIP. 19641005 1990 03 2 005                                               ……………………..


WONOSARI,    MARET 2014
MENGETAHUI
KEPALA SMK N 1 WONOSARI



Drs. MUDJI MULJATNA, MM
NIP. 19570919 198503 1 016


SMK N 1 WONOSARI
Jalan Veteran Wonosari Gunungkidul, Telp (0274) 391054
2013/2014
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga proposal ini dapat diselesaikan dengan baik.

Dalam membuka suatu usaha diperlukan perencanaan yang matang agar usaha tersebut dapat berjalan dengan baik dan memperoleh hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, proposal ini disusun dengan tujuan untuk membuka usaha agar terarah dan terencana, serta proposal ini disusun dalam rangka memenuhi Tugas Akhir Kewirausahaan.

Dalam penyusunan proposal ini tentunya tidak lepas dari dorongan dan bantuan dariberbagai pihak. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada:

1.   Bapak Drs. Mudji Muljatna,M.M, selaku Kepala SMK N 1 Wonosari
2.   Bapak Bambang Sudaryana, selaku guru pembimbing bidang studi kewirausahaan.
3.   Kedua orang tua yang telah memberi motivasi baik materiil maupun spiritual.
4.   Teman- teman dan semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian proposal ini.

Penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan. Penulis berharap proposal ini dapat memberikan manfaat dan dapatdijadikan motivasi untuk senantisa aktif dalam kegiatan berwirausaha bagi pembaca.



Wonosari,   Maret 2014



Penyusun        








DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................................  i
HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................................  ii
KATA PENGANTAR ..................................................................................................  iii
DAFTAR ISI .................................................................................................................  iv
DESKRIPSI UMUM ....................................................................................................  v

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang ...............................................................................................................  1
A.    Perumusan Visi Usaha ......................................................................................  1
B.     Perumusan Misi Usaha .....................................................................................  1
C.     Tujuan Usaha ....................................................................................................  1
D.    Analisis Swot..................................................................................................... 2
E.     Deskripsi Usaha................................................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN
A.    Aspek Produksi ................................................................................................  4
B.     Aspek Pemasaran ..............................................................................................  7
C.     Aspek Teknis ....................................................................................................  8
D.    Aspek Organisasi dan Manajemen ...................................................................  8
E.     Aspek Yuridis ...................................................................................................  9
F.      Aspek Keuangan / Permodalan ........................................................................  9
G.    Pembahasan Modal Kerja .................................................................................  10
H.    Perkiraan Financial ...........................................................................................  11
I.       Analisis Break Event Point ...............................................................................  12
J.       Arus Kas (Cash Flow) ......................................................................................  12

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan .......................................................................................................  13
B.     Saran .................................................................................................................  13





DESKRIPSI UMUM

Nama Usaha                : Usaha Budidaya Jamur Tiram
Bentuk Usaha             : Perseorangan
Jenis Usaha                 : Perdagangan
Lokasi                         : Kemorosari II, Piyaman, Wonosari, Gunungkidul
Nama Pemilik              : Hanik Aulia Hamidah
Alamat                                    : Kemorosari II, Piyaman, Wonosari, Gunungkidul


 BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Jamur tiram putih adalah salah satu jenis tanaman yang diminati oleh banyak orang untuk dikonsumsi. Dewasa ini, jamur telah menjadi kebutuhan dan bagian hidup manusia. Tanpa jamur mustahil dapat membuat roti, tempe, tape, oncom, tauco, dan obat-obatan seperti penicillin. Beberapa jenis jamur merupakan sumber makanan yang setara dengan daging dan ikan yang bergizi tinggi. Jamur merupakan bahan pangan alternatif yang disukai oleh semua lapisan masyarakat.
Di dunia ini terdapat berberapa spesies jamur, ada jamur yang dapat merugikan manusia dan ada yang menguntungkan. Jamur mempunyai nilai gizi tinggi terutama kandungan proteinnya (15-20 persen berat keringnya). Sifat nutrisi (kelengkapan asam amino) yang dimiliki oleh jamur lebih menentukan mutu gizinya. Jamur segar pada umumnya mengandung 85-89 persen air. Kandungan lemak cukup rendah antara 1,08-9,4 persen (berat kering) terdiri dari asam lemak bebas mono ditriglieserida, kolesterol, dan poshpolipida.
Berawal dari kebutuhan masyarakat akan makanan yang bergizi dan bebas lemak membuka peluang untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan makanan itu. Jamur sulit ditemukan, kalaupun ada pastinya tidak akan bisa mencukupi kebutuhan. Hal tersebut mendorong saya untuk mendirikan usaha budidaya jamur khususnya jamur tiram putih.

B.      Perumusan Visi Usaha
Menjadi industri budidaya jamur tiram yang memenuhi kebutuhan jamur tiram dalam negeri khususnya daerah Gunungkidul dan sekitarnya serta Indonesia pada umumnya.

C.      Perumusan Misi Usaha
1.        Memberikan pelayanan prima kepada konsumen
2.        Meningkatkan taraf gizi masyarakat dengan menghasilkan jamur berkualitas baik.
3.        Memperkenalkan jamur tiram secara luas kepada masyarakat melalui pendekatan kualitas (cita rasa, mutu dan kesegaran) dan pendekatan pelayanan konsumen.
4.        Mensosialisasikan manfaat jamur tiram bagi kesehatan masyarakat sekitar Gunungkidul pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

D.     Tujuan Usaha
1.        Mempermudah masyarakat dalam memperoleh bahan makanan yang berprotein tinggi.
2.        Meningkatkan penghasilan bagi pemilik usaha
3.        Mengembangkan keahlian yang dimiliki
4.        Menciptakan lapangan pekerjaan

E.      Analisis Swot
1.        Strength (Kekuatan)
Jamur tiram putih memiliki cita rasa yang khas, selain itu jamur tiram memiliki nilai gizi yang tinggi jamur tiram mengandung protein sebanyak 19 – 35 % dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 – 81,8 %. Jamur tiram juga mengandung  vitamin atau vit. B1, riboflavin atau vit. B2, niasin, biotin serta beberapa garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K dalam komposisi yang seimbang. Bila dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram, maka kandungan gizi jamur masih lebih lengkap.
Selain itu jamur tiram merupakan produk yang dapat dikembangkan dengan teknik sederhana. Bahan baku yang dibutuhkan tergolong bahan yang murah dan mudah diperoleh seperti serbuk gergaji, dedak dan kapur, sementara proses budidaya sendiri tidak membutuhkan berbagai pestisida atau bahan kimia lainnya hal tersebutlah yang menjadi kekuatan produk ini.

2.        Weakness (Kelemahan)
Kesempatan yang dapat menghambat kemampuan usaha adalah modal. Modal merupakan komponen utama dalam pembentukan usaha. Untuk memiliki kualitas yang baik, modal yang dimiliki harus mencukupi, sehingga modal utama yang digunakan cukup besar.
Pengadaan tempat juga menjadi salah satu penghambat usaha. Tempat yang dimiliki haruslah strategis. Sedangkan saat ini, tempat yang strategis memiliki harga yang cukup mahal. Sehingga cukup menjadi pertimbangan jika akan menetap disuatu tempat untuk membuka usaha ini.

3.        Opportunity (Peluang)
Adanya peluang usaha merupakan hal paling penting untuk menjalani sebuah usaha. Dalam hal ini yang menjadi peluang untuk mendirikan usaha budidaya jamur tiram yaitu usaha budidaya jamur tiram memiliki keadaan prospek ekonomi yang  baik. Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur tiram cukup tinggi, sehingga produksi jamur tiram merupakan peluang yang menguntungkan.




4.        Threat (Ancaman)
Ancaman dari usaha budidaya jamur tiram adalah adanya kompetitor yang bergerak dalam bidang yang sama. Hal ini dapat diatasi dengan meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan serta menjaga kehigienisan produk. Selain itu menarik konsumen yang datang juga merupakan hal yang sulit jika sudah terjadi persaingan yang ketat. Hal ini mengharuskan usaha marketing yang mampu menarik konsumen untuk datang dan membeli.

F.      Deskripsi Usaha
Usaha budidaya jamur ini adalah usaha yang bergerak dalam bidang pembudidayaan jamur tiram putih. Usaha ini didirikan di Kemorosari II, Piyaman, Wonosari, Gunungkidul. Budidaya jamur tiram ini merupakan usaha yang menjanjikan karena memiliki konsumen yang tergolong banyak, mengingat jamur tiram putih merupakan tanaman yang disukai oleh banyak orang untuk dikonsumsi. Sehingga peluang usaha budidaya jamur tiram terbuka lebar.
Usaha budidaya jamur tiram ini dijalankan oleh pemilik sebagai pengelola dan dibantu oleh 2 (dua) orang tenaga kerja pada tahap pertama, namun seiring dengan perkembangan usaha ini tenaga kerja akan di tambah sesuai dengan kebutuhan. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalkan biaya sehingga diharapkan usaha ini dapat memberikan keuntungan yang maksimal. Usaha budidaya jamur ini diawali dengan pengumpulan modal, pemilihan dan persiapan tempat usaha serta pemesanan bibit jamur.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Aspek Produksi
1.        Jenis Produk yang Dihasilkan
Usaha Budidaya Jamur ini menghasilkan jamur tiram putih yang mengutamakan kualitas jamur tersebut.

2.        Jumlah Produk yang Dihasilkan
Dalam usaha budidaya jamur tiram tanaman jamur dapat dipanen sekitar umur 3-4 bulan, yang mana tiap log rata-rata menghasilkan 0,5 - 0,6 Kg.

3.        Waktu Pelaksanaan Usaha
Usaha budidaya jamur tiram dilakukan secara terus menerus. Dalam satu kali peiode panen, usaha ini memerlukan waktu kurang lebih 3 bulan. Usaha ini diawali dengan pengumpulan modal, pemilihan dan persiapan tempat usaha, pembelian peralatan, serta pemesanan bibit jamur. Setelah semuanya tersedia usaha ini direncanakan akan dimulai pada bulan Juni 2014.

4.        Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan
a.        Peralatan dan tempat yang dibutuhkan antara lain :
No
Nama Alat/Tempat
Ada/Belum
Cara Memperoleh
1.       
Bangunan 120 m2
Belum Ada
Menyewa
2.       
Kumbung Rak
Belum Ada
Membeli
3.       
Plastik Baglog
Belum Ada
Membeli
4.       
1 Set Peralatan (Cangkul, tong air, penyemprot, sekop, sendok bibit, dll)
Belum Ada
Membeli
5.       
Media Tumbuh
Ada
Membuat Sendiri

b.       Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain :
No
Nama Bahan Baku
Ada/Belum
Cara Memperoleh
1.       
Bibit Jamur Tiram Putih
Belum Ada
Membeli

5.        Jumlah Tenaga Kerja
Pada tahap pertama usaha ini membutuhkan karyawan sebanyak 2 (dua) orang sebagai karyawan budidaya dan karyawan lepas. Selanjutnya jumlah karyawan akan terus ditambah seiring dengan berkembangnya usaha budidaya jamur tiram ini.
6.        Data Biaya Produksi
a.        Biaya Tetap
Biaya tetap untuk satu periode panen :
ü  Biaya sewa
(3/12 x Rp. 3000.000,00)

Rp.   750.000,00

ü  BBB
Rp. 9.000.000,00 +

Jumlah biaya tetap

Rp.  9.750.000,00
b.       Biaya Variabel
Biaya tenaga kerja untuk satu periode panen :
ü  Biaya tenaga kerja

Rp.  1.800.000,00
c.        Biaya Overhead Pabrik


ü  Biaya listrik
Rp.      150.000,00

ü  Biaya pemeliharaan jamur
Rp.      500.000,00

ü  Biaya perlengkapan
Rp.      350.000,00

ü  Biaya transportasi
Rp.      200.000,00

ü  Biaya promosi
Rp.      600.000,00

ü  Biaya penyusutan
Rp.      750.000,00

ü  Biaya lain-lain
Rp.      100.000,00 +

Jumlah biaya overhead pabrik
Rp.  2.650.000,00
d.       Biaya Aset Tetap


ü  Pembelian kumbung rak
Rp.   4.000.000,00

ü  Pembelian 1 set peralatan
Rp.   2.000.000,00 +

Jumlah biaya aset tetap

Rp. 6.000.000,00+
Jumlah biaya produksi

Rp.20.200.000,00

7.        Proses Budidaya
a.        Persiapan Lahan
Jamur ditanam di dalam bangunan seluas 120m2 dengan memperhatikan kelembaban udara , suhu udara dan pengaturan pencahayaan sinar matahari, tanaman ini tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.

b.       Persiapan Media Tumbuh
Media yang digunakan adalah serbuk gergaji kayu yang dicampur dengan katul dengan komposisi 15%, kapur 2 % dan serbuk jagung 5%. Kemudian adonan di atas dicampur dengan air dengan komposisi 60%  dan diaduk, didiamkan dan dicek PH-nya, PH yang ideal adalah 7, kemudian didinginkan lalu dimasukkan kedalam plastik polibek dan ditaruh ditong (steam) di kukus selama 7 jam untuk mensterilkan media. Media serbuk gergaji kayu merupakan media yang bagus untuk jamur, sedangkan katul dan serbuk jagung merupakan vitamin/pupuk bagi tanaman jamur.

c.        Pembibitan
Pemindahan bibit jamur ini dilakukan dengan cara memindahkan bibit jamur dari botol penanamnya ke dalam log yang telah disiapkan. Proses pemindahan bibit jamur adalah sebagai berikut:
1.        Menyiapkan media tanam yang telah disterilkan.
2.        Menyiapkan lampu teplok yang berbahan bakar spiritus.
3.        Menyiapkan pengungkit bibit dari bahan stenlees stel.
4.        Menyiapkan bibit yang diinginkan.
Setelah siap semua, pertama-tama pengungkit disterilkan dulu dengan api lampu teplok, kemudian pengungkit tadi digunakan untuk memindah bibit dari botol. Pada proses pemindahan harus didekatkan pada cahaya lampu teplok sehingga bakteri dan kuman tidak dapat masuk dalam tanaman ini. Setelah bibit dimasukkan lalu ditutup menggunakan kapas kemudian didiamkan sebentar sebelum dimasukkan ke kumbung.

d.       Pemindahan bibit ke kumbung
Setelah bibit siap untuk dipindahkan, maka yang perlu dilakukan adalah:
1.        Mempersiapkan rak yang akan menampung log atau bibit. Jarak ideal antara bibit adalah satu meter.
2.        Log ditata dengan posisi ideal yaitu dengan posisi mendatar. Log tidak dianjurkan ditata dengan posisi berdiri.
3.        Setelah log dipasang di rak dengan baik lalu disiram dengan air.

e.        Penyiraman
Jamur  disirami secara ideal 3 kali  tiap hari atau tiap dua hari sekali, tergantung pada suhu udara, temperatur dan kelembaban. Penyiraman  dilakukan pada lantai tanpa terkena daun jamur. Penyiraman dilakukan dengan sprayer halus hal ini dilakukan untuk menjaga kelembaban udara.

f.        Pencahayaan
Tanaman Jamur tidak boleh terkena sinar matahar secara langsung.

g.       Pengkondisian suhu dan kelembaban
Suhu untuk tanaman jamur idealnya rata-rata antara 23-28° C sedangkan kelembaban yang diperlukan antara 90-95%.
h.       Pengendalian hama penyakit
Tanaman jamur ini yang terpenting adalah terjaga perawatan dan kebersihannya. Jika terkena hama dan penyakit maka untuk mengantisipasinya adalah dengan cara menyemprotkan dengan pembasmi hama.

i.         Panen
Tanaman jamur ini dapat dipanen sekitar umur 3-4 bulan, tiap baglog rata-rata menghasilkan 0,5 - 0,6 Kg.

8.        Rencana Perluasan Produksi
Sebagai bentuk perluasan produksi, usaha budidaya jamur tiram ini akan menghasilkan produk turunan jamur tiram seperti kripik jamur, jamur goreng tepung, jamur siap masak dalam kemasan plastik, dll. Produk turunan ini rencananya akan di pasarkan melalui beberapa minirmarket yang ada di Wonosari seperti Indomart, Alfamart, Istana, dll. Selain itu seiring berkembangnya usaha budidaya jamur tiram ini, diharapkan usaha ini dapat memenuhi kebutuhan jamur dalam negeri dan juga dapat mengekspor jamur tiram keluar negeri untuk memperluas hasil produksi.

B.      Aspek Pemasaran
1.        Segmen Pasar
Dalam usaha ini segmen pasar yang akan dituju adalah konsumen jamur dari ‘house need’ sehingga kebutuhan akan jamur tiram masih tergolong tinggi dan pemenuhannya masih terbatas pada pasar tradisional pada umumnya.

2.        Strategi Pemasaran
Dalam pemasaran produk budidaya jamur tiram pada tahun-tahun awal akan difokuskan pada pasar-pasar tradisional di Gunungkidul dan sekitanya. Pemasaran melalui pasar swalayan, restoran, dan hotel akan dilakukan apabila usaha budidaya jamur tiam telah stabil serta sarana dan prasarana memadai.

3.        Promosi
Dalam usaha ini promosi produk akan dilakukan dengan cara menggunakan media jaringan internet untuk memperluas jaringan usaha serta membuat papan reklame di dekat jalan usaha ini didirikan serta di tempat-tempat yang strategis seperti di tepi jalan kota kecamatan setempat.




4.        Penetapan Harga Jual
Penetapan harga jual jamur tidaklah mahal hanya berkisar Rp. 10.000,- sampai 12.000,- per kilo, harga tersebut sangatlah terjangkau bagi masyarakat sehingga diharapkan semua kalangan dapat menjangkau.

C.     Aspek Teknis
1.        Rencana Display
Pendisplayan produk dilakukan dengan cara mengemas produk jamur tiram putih dengan plastik kemasan yang baik dan berkualitas sehingga akan lebih terjamin kenersihannya.

2.        Kebutuhan Tenaga Kerja
Usaha budidaya jamur tiram merupakan usaha yang masih tergolong baru di Gunungkidul sehingga akan menjadi lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat, pada tahap pertama usaha ini membutuhkan karyawan sebanyak 2 (dua). Selanjutnya jumlah karyawan akan terus ditambah seiring dengan berkembangnya usaha budidaya jamur tiram ini.
 
3.        Kebutuhan Tempat dan Peralatan
Peralatan dan tempat yang dibutuhkan antara lain:
ü  Bangunan dengan luas 120 m2
ü  Kumbung Rak
ü  Plastik Baglog
ü  1 Set Peralatan ( Cangkul, tong air, penyemprot, sekop, sendok bibit, dll.)
ü  Media Tumbuh

D.    Aspek Organisasi Dan Manajemen
1.        Jenis dan Volume Pekerjaan
Dalam usaha budidaya jamur tiram ini sekali panen dapat menghasilkan jamur tiram sekitar 170 Kg perhari dan 10.000 log perbulan. Yang mana jamur ini dapat dipanen sekitar umur 3-4 bulan, tiap log rata-rata menghasilkan 5-6 Kg.

2.        Struktur Organisasi
Usaha budidaya jamur tiram ini merupakan usaha perseorangan yang dipimpin langsung oleh pemilik usaha. Dalam menjalankan usaha ini pemilik dibantu oleh 2 (dua) orang pekerja.




3.        Uraian Pembagian Pekerjaan
Dalam usaha budidaya jamur tiram ini terdapat 2 (dua) orang pekerja yang dibagi menjadi karyawan budidaya dan karyawan lepas. Karyawan budidaya bertanggugjawab atas seluruh proses produksi sedangkan karyawan lepas bertugas untuk merawat jamur, memanen jamur, packing dan pemasaran.

4.        Sistem Balas Jasa
Upah tenaga kerja dihitung setiap hari yaitu sebesar Rp. 10.000,-. Upah ini akan diberikan kepada pekerja setiap akhir bulan yakni sebesar Rp. 300.000,- per orang. Jadi ketidakhadiran pekerja akan mempengaruhi jumlah upah yang akan diterima.

E.     Aspek Yuridis
Dalam mendirikan usaha budidaya jamur tiram diperlukan beberapa surat-surat penting yaitu SITU, SIUP dan AMDAL. 

F.      Aspek Keuangan / Permodalan
1.        Sumber Modal


      Modal sendiri
Rp.   6.000.000,00

      Pinjaman dari pihak ketiga
Rp. 10.000.000,00 +

Jumlah sumber modal
Rp. 16.000.000,00
2.        Modal/Investasi


      Kendaraan (motor)

Rp. 14.000.000,00 +
Jumlah Sumber Modal dan Modal/Investasi
Rp. 30.000.000,00




G.    Pembahasan Modal Kerja
1.        Gaji / Upah
      Tenaga kerja (3 bln x Rp. 300.000,00 x 2 org)   
Rp. 1.800.000,00
2.        Bahan Baku


      Bibit Jamur (5000 buah baglog @ Rp. 1.800,00)
Rp. 9.000.000,00
3.        Sewa Bagunan 120 m2

Rp. 3.000.000,00
4.        Transportasi

Rp.    200.000,00
5.        Promosi

Rp.    600.000,00
6.        Perlengkapan

Rp.    350.000,00
7.        Penyusutan


      Kendaraan          
Rp.  450.000,00

      Peralatan 
Rp.  300.000,00+

Jumlah penyusutan

Rp.    750.000,00
8.        Biaya Listrik (3 bln x Rp. 50.000,00)
Rp.    150.000,00
9.        Biaya Pemeliharaan Jamur

Rp.    500.000,00
10.    Biaya Lain-lain

Rp.    100.000,00
11.    Biaya Aset Tetap


      Pembelian kumbung rak
Rp.4.000.000,00

      Pembelian 1 set peralatan
Rp.2.000.000,00+

Jumlah biaya aset tetap

Rp.  6.000.000,00+
Jumlah kebutuhan dana keseluruhan
Rp.22.450.000,00
Rekapitulasi dana yang dibutuhkan :

1.        Jumlah sumber modal dan modal/investasi
Rp.30.000.000,00
2.        Jumlah kebutuhan gaji
Rp.  1.800.000,00
3.        Jumlah kebutuhan dana bahan baku
Rp.  9.000.000,00
4.        Jumlah kebutuhan dana :

      Sewa Bangunan 120 m2 (3 th)
Rp.3.000.000,00

      Aset Tetap (peralatan)
Rp.6.000.000,00

      Transportasi
Rp.  200.000,00

      Perlengkapan
Rp.  350.000,00

      Penyusutan
Rp.  750.000,00

      Promosi
Rp.  600.000,00

      Listrik
Rp.  150.000,00

      Pemeliharaan Jamur
Rp.  500.000,00

      Lain-lain
Rp.  100.000,00+

Jumlah

Rp.11.650.000,00+
Jumlah kebutuhan modal seluruhnya
Rp.52.450.000,00

H.    Perkiraan Financial
Perkiraan keuntungan dan kerugian usaha dalam 1 periode panen :
Pendapatan :
Penjualan (0,6 kg x 5.000 baglog x Rp. 10.000,00)        
Rp.30.000.000,00
Pengeluaran :



1.        Biaya Tetap



      BBB
Rp. 9.000.000,00


      Sewa bangunan
(3/12 x 3.000.000)

Rp.    750.000,00


Jumlah biaya tetap
Rp. 9.750.000,00

2.        BTK

Rp. 1.800.000,00

3.        BOP



      Biaya Transportasi
Rp.    200.000,00


      B. Perlengkapan
Rp.    350.000,00


      Biaya Penyusutan
Rp.    750.000,00


      Biaya Promosi
Rp.    600.000,00


      Biaya Listrik
Rp.    150.000,00


      B.Pemeliharaan Jamur

Rp.    500.000,00


      Biaya Lain-lain
Rp.        100.000,00+


Jumlah BOP
Rp. 1.900.000,00

4.        Biaya Penyusutan



      Biaya Penyusutan Kendaraan


14.000.000 – 5.000.000 x 3/12 :
                                        3                                              
Rp.        450.000,00

      Biaya Penyusutan Asset Tetap


4.000.000,00 –400.000,00 x 3/12 :
                                        3
Rp.        300.000,00

5.        Biaya Aset Tetap



      Pemb kumbung rak
Rp. 4.000.000,00


      Pemb. 1 set peralt.
Rp. 2.000.000,00 +


Jumlah Biaya Aset Tetap
Rp. 6.000.000,00+

Jumlah Biaya Usaha

Rp.20.200.000,00+
Laba Usaha

Rp.  9.800.000,00




I.       Analisis Break Even Point
Biaya-biaya yang pasti dikeluarkan untuk setiap satu periode panen antara lain :
       Biaya sewa
Rp.         750.000,00
       Biaya bahan baku
Rp.      9.000.000,00
       Biaya tenaga kerja
Rp.      1.800.000,00
       Biaya overhead pabrik
Rp.      2.650.000,00
       Biaya asset tetap
Rp.      6.000.000,00
Jumlah
Rp.    20.200.000,00

BEP =  Rp. 20.200.000,00  = 2.020
   Rp. 12.000,00
Kesimpulan Break Event point :
Agar biaya yang dikeluarkan dapat kembali maka setiap 1 periode panen harus bisa menjual 2.020 kg jamur tiram.

J.       Arus Kas (Cash Flow)
Keterangan
Bulan Ke-1
(Rp)
Bulan Ke-2
(Rp)
Bulan Ke-3
(Rp)
Penerimaan



Modal
16.000.000
25.800.000
41.600.000
Penjualan
30.000.000
33.000.000
36.000.000
Jumlah Penerimaan
46.000.000
58.800.000
77.600.000




Pengeluaran



Bahan baku
9.000.000
9.000.000
9.000.000
Sewa bangunan
750.000
750.000
750.000
Tenaga kerja
1.800.000
1.800.000
1.800.000
Transportasi
200.000
200.000
200.000
Perlengkapan
350.000
350.000
350.000
Listrik
150.000
150.000
150.000
Promosi
600.000
600.000
600.000
Pemeliharaan jamur
500.000
500.000
500.000
Penyusutan
750.000
750.000
750.000
Lain-lain
100.000
100.000
100.000
Pembelian aset tetap
6.000.000
-
-
Jumlah pengeluaran
20.200.000
14.200.000
14.200.000
Modal Akhir
25.800.000
44.600.000
63.400.000



BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Usaha ini bergerak dalam bidang pembudidayaan yang dipimpin langsung oleh pemilik usaha. Usaha ini didirikan bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan baru, memperoleh keuntungan serta mempermudah masyarakat untuk memperoleh bahan makanan yang berprotein tinggi.
Dalam mendirikan usaha ini, diperlukan pengetahuan bagaimana cara membudidayakan jamur tiram, alat serta bahan yang diperlukan dalam proses budidaya, serta besarnya modal yang dibutuhkan dan strategi pemasaran. Hal ini diperlukan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungann yang maksimal. 

B.      Saran
Sebelum mendirikan sebuah usaha hendaknya kita memperhatikan bagaimana peluang usaha tersebut, situasi pasar, aspek permodalan dan biaya yang diperlukan. Selain itu dalam berwirausaha kita harus siap untuk menghadapi bernagai hambatan dan ancaman yang akan terjadi.

  


LAMPIRAN



                                                                                                 Yth. Sdr. Lurah                             
No.                :                                                                           Kecamatan ...................................
Lamp.           :                                                                           Rekomendasi Kotamadya             
Hal                : Permohonan                                                      Di .................................................
                        Untuk Memperoleh SITU

Dengan Hormat,

Yang betanda tangan dibawah ini :
Nama   :
Alamat :
Dengan ini, mengajukan permohonan rekomendasi Pembuatan Izin Tempat Usaha, untuk usaha ……………………………………..
Untuk melengkapi permohonan rekomendasi penerbitan SITU dari Sdr. Walikota Pemerintah Daerah Tingkat II Gunungkidul, berikut ini kami lampirkan :
1.      Suat Izin dari para tetangga yang sudah diketahui oleh RT dan RW
2.      Fotocopy KTP
3.      Fotocopy lunas PBB
4.      Fotocopy IMB dan gambar daerah
5.      NPWP
Demikianlah surat permohonan rekomendasi izin tempat usaha, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.


                                                                                                             .……………..,    Maret 2014
                                                                                                             Hormat saya,              




                                                                                                             (…………..………………..)  








REPUBLIK INDONESIA
DEPARTEMEN PERDAGANGANSURAT IZIN PEDAGANGAN (SIUP)
NO SIUP : 009/10-25/PK/I/2013


NAMA PERUSAHAAN                                              :
ALAMAT KANTOR PERUSAHAAN                         :
NAMA PEMILIK/PENANGGUNGJAWAB                :
NOMOR POKOK WAJIB PAJAK (NPWP)                 :
GOLONGAN USAHA                                                 :
BIDANG USAHA                                                       :
JENIS BARANG/JASA DAGANGAN UTAMA          :


SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN (SIUP) INI BERLAKU UNTUK MELAKUKAN KEGIATAN PERDAGANGAN DI SELURUH WILAYAH REPUBLIK INDONESIA SELAMA PERUSAHAAN MASIH MENJALANKAN KEGIATAN USAHANYA


            DIKELUARKAN DI GUNUNGKIDUL                                 
            PADA TANGGAL :                                                    
            A.a. MENTRI PERDAGANGAN               
KEPALA KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN
PERDAGANGAN PROPINSI                    
u.b                                          
            KEPALA BIDANG USAHA DAN            
Text Box: PAS PHOTO
(3 X 4 cm)
SARANA PERDAGANGAN                                                                    




                                                                                        (………………………………)     
                                                                                        NIP.                                                



MENGIZINKAN
Kepada                        :
Nama                           :

Alamat                         :

Nama Peusahaan         :

Alamat Perusahaan      :

Jenis Usaha                  :

Mesin Penggerak          :

dengan ketentuan :
I.         Pengusaha diwajibkan untuk melengkapi izin-izin yang berkaitan dengan jenis/bentuk usahanya dai instansi yang berwenang.
II.      Dalam menjalankan perusahaan, pengusaha/pemilik/pengurus yang bersangkutan wajib mentaati syarat-syarat sebagai berikut:
1)       KEAMANAAN
a.        Dalam Perusahaan harus disediakan alat pemadam kebakaran minimal ……….. (……) buah yang berjalan dengan baik dan sewaktu-waktu dapat dipergunakan.
b.       Perusahaan yang karena kegiatannya harus menggunakan atau menyediakan bahan yang mudah terbaka,harus disimpan sedemikian rupa sehingga aman sesuai dengan petunjuk teknis.
c.        Bangunan Perusahaan harus tediri dari bahan-bahan yang tidak mudah terbakar.
d.       Harus mengikuti dan mentaati Undang-Undang Keselamatan Kerja.
2)       KESEHATAN
a.        Harus memelihara dan menjaga kebersihan dan kesehatan di dalam dan di sekitar perusahaan
b.       Harus menyediakan tempat kotoran / sampah yang ditentukan.
c.        Harus mencegah atas kemungkinan akan terjadinya pencemaran lingkungan hidup.
d.       Harus menyediakan alat-alat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
3)       KETERTIBAN
a.        Harus menjaga ketertiban di dalam dan di sekitar perusahaan.
b.       Kegiatan perusahaan hanya dapat dilakukan dari jam 08.00 – 16.00
c.        Melebihi jam kerja tersebut dalam butir b, hanya dapat dilakukan dengan ijin khusus, kecuali bagi perusahaan yang menurut ketentuan melakukan kegiatan usahanya 24 jam.
d.       Dilarang menyimpan barang-barang di pinggir jalan umum, trotoar / berm atau muka dan halaman rumah oang lain.
e.        Penggunaan bangunan usaha harus sesuai dengan peratuan bangunan Gunungkidul.
4)       SYARAT-SYARAT LAIN
a.        Dalam penerimaan atau penempatan tenaga kerja, perusahaan diwajibkan untuk menggunakan tenaga kerja dan penduduk sekitar tempat perusahaan yang mempunyai kartu penduduk (KTP) kotamadya Daerah Tingkat II Gunungkidul.
b.      


III.    Kelalaian dan/atau kesengajaan pengusaha senhingga melangga syaat-syarat tersebut di ctum II di atas, dapat berakibat dicabutnya Surat Izin Tempat Usaha ini dan perusahaan dikenakan tindakan penutupan.
IV.   Izin Tempat Usaha ini diberikan untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung mulai tanggal ……………. dan selambat-lambatnya 1(satu) bulan sebelum jangka waktu tersebut berakhir harus mengajukan perpanjangan kepada kami melalui Bagian Peekonomian Kotamadya Daerah Tingkat II Gunungkidul.
V.      Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dengan keterangan akan ditinjau kembali



                                                                                               DITETAPKAN DI GUNUNGKIDUL
                                                                                               TANGGAL,………………………….

An. WALIKOTA MADYA KEPALA DAERAH TINGKAT II
                                                                                                        GUNUNGKIDUL
                                                                                               Kepala Bagian Perekonomian




                                                                                               NIP.                                           

No comments:

Post a Comment

PERSPEKTIF PANCASILA DALAM KAJIAN DINAMIKA POLITIK DI INDONESIA

PERSPEKTIF PANCASILA DALAM KAJIAN DINAMIKA POLITIK DI INDONESIA Oleh : Salvika Janti Lestari [*] ) Perspektif Pancasil...