Saturday, June 21, 2014

Rasulan, Tradisi Warisan Leluhur




Rasulan atau yang lebih dikenal masyarakat dengan istilah bersih desa adalah salah satu tradisi turun temurun dari leluhur masyarakat Gunungkidul. Rasulan diadakan setelah selesai melakukan panen dan merupakan acara yang diadakan oleh masyarakat sebagai ungkapan syukur atas panen yang diberikan oleh Sang Pemberi Rejeki. Biasanya kegiatan rasulan ini diselenggarakan per
pedukuhan/ dusun dengan waktu pelaksanaan yang berbeda-beda. Pelaksanaan rasulan diadakan satu tahun sekali dan biasanya menggunakan penanggalan Jawa yang harinya sama setiap tahunnya.
Rangkaian kegiatan rasulan disetiap desa/dusun berbeda-beda Karena hanya diperingati setahun sekali maka tak jarang masyarakat desa mengemas acara ini dengan kegiatan-kegiatan meriah. Salah satu contohnya adalah di Desa Wiladeg, biasanya tradisi rasulan diawali dengan bersih dusun dengan gotong royong di lingkungan dusun, seperti jalan-jalan di kampung, pembuatan pagar di pinggir jalan, membersihkan makam, mebersihkan kali dan lain sebagainya. Tradisi rasulan juga dimeriahkan dengan berbagai macam kegiatan, seperti adanya perlombaan sepakbola antar kampung, voly dan ada juga berbagai macam pertunjukan dan tontonan yang diadakan, seperti reog, jathilan, ketophrak juga kesenian kesenian yang lainnya semuanya tersebut tergantung kesanggupan warga dan dana yang tersedia.
 Layaknya hari raya lebaran, ketika rasulan tiba para warga desa saling bersilaturahmi dengan mengunjungi rumah satu sama lain dan menikmati hidangan yang disajikan oleh tuan rumah. Sayur lombok ijo, srundeng, serta gudeg menjadi menu favorit yang siap menyambut ketika mengunjungi kerabat yang sedang rasulan. Dan makanan yang tidak pernah tertinggal adalah peyek. Peyek merupakan makanan yang terbauat dari tepung beras yang dicampur dengan kacang tanah dan digoreng dengan tipis-tipis, dalam setiap ada kegiatan tradisi rasulan makanan yang satu ini tidak pernah absen.
Tapi rasulan tak sebatas hura-hura dan bersenang-senang saja, ada beberapa nilai positif dari pelaksanaan tradisi rasulan ini.
1.      Adanya kesadaran bahwa rejeki yang di terima merupakan Anugerah dari Yang Maha Kuasa yang patut di syukuri.
2.      Adanya semangat untuk memelihara budaya dan kesenian.
3.      rasulan jejak petualang pic428214_587710017911125_563320277_nSarana untuk kembali memupuk semangat kekeluargaan antar warga dan juga semangat nasionalitas.


                                                                                                                                                  

No comments:

Post a Comment

PERSPEKTIF PANCASILA DALAM KAJIAN DINAMIKA POLITIK DI INDONESIA

PERSPEKTIF PANCASILA DALAM KAJIAN DINAMIKA POLITIK DI INDONESIA Oleh : Salvika Janti Lestari [*] ) Perspektif Pancasil...