Rasulan atau yang lebih
dikenal masyarakat dengan istilah bersih desa adalah salah satu tradisi
turun temurun dari leluhur masyarakat Gunungkidul.
Rasulan diadakan setelah selesai melakukan panen dan merupakan acara yang
diadakan oleh masyarakat sebagai ungkapan syukur atas panen yang diberikan oleh
Sang Pemberi Rejeki. Biasanya kegiatan rasulan ini diselenggarakan per
pedukuhan/ dusun dengan waktu pelaksanaan yang berbeda-beda. Pelaksanaan rasulan diadakan satu tahun sekali dan biasanya menggunakan penanggalan Jawa yang harinya sama setiap tahunnya.
pedukuhan/ dusun dengan waktu pelaksanaan yang berbeda-beda. Pelaksanaan rasulan diadakan satu tahun sekali dan biasanya menggunakan penanggalan Jawa yang harinya sama setiap tahunnya.
Rangkaian kegiatan
rasulan disetiap desa/dusun berbeda-beda Karena hanya diperingati setahun sekali
maka tak jarang masyarakat desa mengemas acara ini dengan kegiatan-kegiatan meriah.
Salah satu contohnya adalah di Desa Wiladeg, biasanya tradisi rasulan diawali
dengan bersih dusun dengan gotong royong di lingkungan dusun, seperti
jalan-jalan di kampung, pembuatan pagar di pinggir jalan, membersihkan makam,
mebersihkan kali dan lain sebagainya. Tradisi rasulan juga dimeriahkan dengan
berbagai macam kegiatan, seperti adanya perlombaan sepakbola antar kampung,
voly dan ada juga berbagai macam pertunjukan dan tontonan yang diadakan,
seperti reog, jathilan, ketophrak juga kesenian kesenian yang lainnya semuanya
tersebut tergantung kesanggupan warga dan dana yang tersedia.
Layaknya hari raya lebaran, ketika rasulan
tiba para warga desa saling bersilaturahmi dengan mengunjungi rumah satu sama
lain dan menikmati hidangan yang disajikan oleh tuan rumah. Sayur lombok ijo,
srundeng, serta gudeg menjadi menu favorit yang siap menyambut ketika
mengunjungi kerabat yang sedang rasulan. Dan makanan yang tidak pernah
tertinggal adalah peyek. Peyek merupakan makanan yang terbauat dari tepung
beras yang dicampur dengan kacang tanah dan digoreng dengan tipis-tipis, dalam
setiap ada kegiatan tradisi rasulan makanan yang satu ini tidak pernah absen.
Tapi rasulan tak
sebatas hura-hura dan bersenang-senang saja, ada beberapa nilai positif dari
pelaksanaan tradisi rasulan ini.
1. Adanya
kesadaran bahwa rejeki yang di terima merupakan Anugerah dari Yang Maha Kuasa
yang patut di syukuri.
2. Adanya
semangat untuk memelihara budaya dan kesenian.
No comments:
Post a Comment