PROPOSAL USAHA
“AYAM MERAH”
![]() |
DISUSUN OLEH
:
NAMA
: DWI RATNAWATI
KELAS
: XII AKUNTANSI 1
NO
PESERTA : 04-05-101-129-8
SMK NEGERI 1 WONOSARI
Jl. Veteran, Wonosari, Gunungkidul 55812 Telp.
(0274) 391054
2013/2014
HALAMAN
PENGESAHAN
PROPOSAL USAHA
AYAM MERAH
Disusun
oleh
Nama : DWI RATNAWATI
Kelas : XII AKUNTANSI
1
No.
Peserta :
04-05-101-129-8
TELAH
DISAHKAN DAN DISETUJUI OLEH
PENGUJI :
Penguji
1 Penguji 2
Drs. Bambang Sudaryono Dra. Anastasia.Onik
K, M.Pd.
NIP. 1956077 198602 1 004 NIP. 19641005 1990 03 2 005
WONOSARI, Maret 2014
MENGETAHUI
KEPALA
SMK N 1 WONOSARI
Drs. MUDJI MULJATNA, M.M.
NIP.
19670919 198503 1 016
SMK
NEGERI 1 WONOSARI
Jl.
Veteran, Wonosari, Gunungkidul 55812 Telp. (0274) 391054
2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada penulis,
sehingga penulis dapat menyusun proposal usaha “AYAM MERAH” ini hingga selesai.
Proposal ini disusun karena untuk memenuhi syarat ujian kelulusan bagi kelas
XII di bidang mata pelajaran Kewirausahaan
Tidak lupa, penulis mengucapkan banyak
terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun
proposal usaha ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penulis
mengucapkan terimakasih kepada :
1. Tuhan
Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun
proposal usaha ini hingga selesai.
2. Drs.
Mudji Muldjatna, MM. selaku kepala sekolah SMKN 1 Wonosari yang telah
memberi izin dan arahan kepada penulis dalam penyusunan proposal usaha ini
3. Drs.
Bambang Sudaryono selaku pembimbing dan guru mata pelajaran kewirausahaan yang
telah membimbing penulis dalam menyusun proposal usaha ini
4. Narasumber
yang telah memberikan informasi tentang materi proposal usaha ini
5. Orang
tua yang telah memberi motivasi dan doa kepada penulis selama menyusun proposal
usaha ini hingga selesai
6. Teman-teman
dan pihak lain yang turut membantu dalam penyusunan proposal usaha ini
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan
proposal usaha ini masih banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu,
kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.
Penulis
berharap semoga proposal usaha ini dapat bermanfaat bagi semua serta menjadi
sumber pengetahuan dan referensi bagi pembaca.
Wonosari, Maret
2014
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL.................................................................................................... i
HALAMAN
PENGESAHAN..................................................................................... ii
KATA
PENGANTAR.................................................................................................. iii
DAFTAR
ISI................................................................................................................ iv
DESKRIPSI
UMUM.................................................................................................... v
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang........................................................................................................ 1
B. Perumusan
Visi Usaha............................................................................................. 1
C. Perumusan
Misi Usaha............................................................................................ 1
D. Tujuan
Usaha........................................................................................................... 1
E. Deskripsi
Usaha....................................................................................................... 1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Aspek
Produk.......................................................................................................... 2
B. Aspek
Pemasaran..................................................................................................... 3
C. Aspek
Teknis........................................................................................................... 4
D. Aspek
Organisasi dan Manajemen.......................................................................... 4
E. Aspek
Yuridis.......................................................................................................... 6
F. Aspek
Administrasi dan Keuangan......................................................................... 7
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan.............................................................................................................. 9
B. Saran........................................................................................................................ 9
LAMPIRAN
DESKRIPSI
UMUM
A.
DATA
PERUSAHAAN
Nama
Perusahaan : Kuliner “AYAM
MERAH”
Bidang
Usaha : Perdagangan
Jenis
Produk/Jasa : Makanan/ kuliner
Alamat
Usaha :
Playen 1, Playen, Ngawu, Gunungkidul, Yogyakarta
Nama
Pemilik : Dwi Ratnawati
Alamat
Pemilik :
Ngasemrejo (16/02), Ngawu, Playen, Gunungkidul
Telp. : (0274) 555666
B.
INFORMASI
USAHA
Usaha
yang dijalankan adalah memproduksi dan
menjual makanan berupa hidangan kuliner ayam dengan olahan bumbu yang super pedas yang cocok di
lidah masyarakat Gunungkidul. Bentuk usaha ini
adalah perseorangan, dengan jenis usaha industri skala menengah.
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Manusia
membutuhkan alat pemuas kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu
diantaranya manusia membutuhkan pangan untuk bertahan hidup. Saat ini jenis kuliner
yang dikonsumsi oleh manusia sangat beraneka ragam, mulai dari makanan ringan
hingga makanan berat.
Manusia
cenderung lebih suka yang instan daripada
harus membuat sendiri. Apalagi makanan
pedas memang menjadi kegemaran kebanyakan lidah orang Indonesia. Hal inilah yang menjadi
dasar penyusunan proposal usaha
“AYAM MERAH” ini. Hidangan Ayam Merah
ini merupakan hidangan kuliner dengan cita rasa yang sangat pedas yang sudah
tidak asing lagi di lidah masyarakat Indonesia. Di sini penulis akan
memperkenalkan produk kuliner terbaru dalam usaha produksi dan perdagangan olahan makanan yaitu
olahan ayam yang memiliki cita rasa yang lezat dan super pedas. Diharapkan kuliner Ayam Merah ini dapat menjadi olahan makanan yang digemari oleh masyarakat luas.
B.
Perumusan
Visi Usaha
Adapun visi dari usaha
ini adalah :
Menjadi usaha
kuliner “AYAM MERAH” sebagai usaha skala menengah yang mampu menguasai
pasar internasional
C.
Perumusan
Misi Usaha
Adapun misi dari usaha
ini adalah :
1. Menggunakan
bahan yang berkualitas dan aman
2. Proses
produksi yang higienis
3. Mengutamakan
kesehatan konsumen
4. Memberikan pelayanan yang prima kepada para konsumen
5. Memperkenalkan hidangan kuliner Ayam Merah kepada
masyarakat luas
6.
Menerima pesanan
dan memberi layanan pesan-antar kepada konsumen
D.
Tujuan
Usaha
Usaha ini mempunyai
tujuan, antara lain :
1. Memperoleh
pendapatan atau penghasilan
2. Memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya meskipun modal yang sedikit
3. Memenuhi
kebutuhan konsumen akan konsumsinya
4. Melatih
kemandirian dan membuka lapangan
pekerjaan baru
5.
Menerapkan jiwa kewirausahaan
E.
Deskripsi
Usaha
Usaha ini bergerak dalam bidang produksi
dan penjualan olahan makanan yang berbahan
dasar ayam. Kuliner
“AYAM MERAH” merupakan olahan makanan
dengan cita rasa yang lezat dan super pedas. Cara pemasarannya pun dilakukan
dengan langsung dijual pada saat proses pengolahan kuliner tersebut yang setiap
hari dilakukan di rumah makan milik sendiri, serta memasarkannya melalui media
internet. Kami juga memberi layanan kepada konsumen berupa layanan pesan-antar
agar memudahkan konsumen untuk menikmati hidangan Ayam Merah ini.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
ASPEK
PRODUK
1.
Jenis produk yang
dibuat
Usaha
ini memproduksi olahan makanan
dengan bahan dasar berupa ayam.
Keutamaan dalam memproduksinya adalah menghasilkan rasa yang lezat dan super pedas.
2.
Volume produksi
Usaha
ini berproduksi setiap hari.
Setiap memproduksi dihasilkan olahan
makanan Ayam Merah
50
ekor ayam termasuk semua bagian dari ayam
tersebut. Untuk itu dalam 1 bulan kami mampu menjual produk kuliner kami
600 ekor ayam.
3.
Bahan yang dibutuhkan
Bahan-bahan yang dibutuhkan, antara lain
:
§
Ayam potong : 100 potong
§
Air :
5 Liter
§
Bawang putih : 1 Kg
§
Bawang merah :
1 Kg
§
Merica : ½ Kg
§
Ketumbar :
1 ons
§
Garam : 1 bungkus
§
Gula jawa : 2 Kg
§
Penyedap
rasa : 1 bungkus ukuran sedang
§
Jahe, lengkuas,
kunyit, kemiri : masing-masing
¼ Kg
§
Tomat merah : 1 Kg
§
Minyak goreng : 5 Liter
§
Cabai rawit :
1 Kg
§
Cabai merah besar : 3 Kg
§
Serai :
Secukupnya
§
Terasi, jeruk
nipis :
Secukupnya
§
Daun salam, kemangi,
daun bawang : Secukupnya
§
Daun jeruk :
Secukupnya
4.
Proses produksi
Proses pembuatan ayam merah adalah sebagai berikut
:
A. Pembuatan Ayam Goreng :
a.
Cuci bersih semua ayam, potong-potong menjadi 4 bagian
b.
Siapkan bumbu kuning, berupa : ketumbar, merica,
bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, daun jeruk, serai, kunyit, penyedap
rasa, garam, gula jawa, daun salam, lalu sisihkan.
c.
Ungkep ayam dengan bumbu kuning hingga matang kemudian digoreng hingga
kering.
B. Pembuatan
Sambal :
a.
Siapkan cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah,
bawang putih, kemiri, tomat, terasi, jahe, serai, daun jeruk, garam, penyedap
rasa, gula jawa.
b.
Rebus cabai rawit, cabai merah besar, dan tomat
c.
Ulek halus cabai rawit, cabai merah besar, tomat yang telah direbus tambahkan
bumbu bumbu tadi, lalu sisihkan.
d.
Panaskan minyak secukupnya, lalu tumis sambal yang
telah diulek tadi sampai harum dan matang
C. Penyajian
Ayam Merah :
a.
Siapkan ayam yang telah digoreng tadi di sebuah piring
saji, bersama nasi hangat (2 potong ayam)
a.
Siram ayam dengan sambal (3 sendok besar)
b.
Cuci daun kemangi, lalu hias dengan daun kemangi
tersebut
c.
Ayam merah siap dihidangkan
B.
ASPEK
PEMASARAN
1.
Penelitian dan Analisis
a.
Target pasar dan
konsumen
Yang
dijadikan terget pasar dari usaha penjualan
kuliner Ayam Merah ini adalah seluruh lapisan masyarakat baik itu
rendah, menengah maupun atas yang ada
di daerah Gunungkidul terutama di daerah Playen dan sekitarnya.
b.
Ukuran dan trend pasar
Tingkat kesenangan dan minat konsumen terhadap kuliner ini dengan memperhatikan harga dan
kualitas makanan.
c.
Persaingan pasar
Persaingan
di dalam usaha kuliner olahan ayam sampai
saat ini belum begitu ketat karena belum banyak usaha
yang menekuni usaha kuliner ayam dengan cita rasa yang
super pedas ini di daerah Playen.
2.
Rencana Pemasaran
a.
Strategi pasar
Strategi
pasar dari usaha kuliner “Ayam Merah” adalah
dengan menjual olahan ayam
ini ke seluruh lapisan masyarakat. Pemasarannnya dilakukan secara
langsung dengan menjualnya di rumah makan milik sendiri dan memberikan jasa
pelayanan pesan-antar kepada konumen.
b.
Masalah penetapan harga
Untuk
menetapkan harga kami sesuaikan dengan keadaan ekonomi masyarakat. Akan tetapi
harga tersebut juga harus sesuai dengan
produk olahan makanan yang kami hasilkan dan sesuai
dengan titik kesimbangan pasar. Dengan
demikian, konsumen tidak akan keberatan untuk membeli produk olahan makanan kami dan tidak
mengurangi minat para konsumen.
c.
Periklanan dan promosi
Suatu
produk akan mudah dikenal oleh masyarakat dengan adanya promosi. Promosi yang
kami lakukan adalah promosi secara langsung yaitu berhadapan langsung dengan konsumen untuk menawarkan produk dan promosi melaui internet juga kami lakukan agar
menyebar ke berbagai pelosok dunia. Selain itu promosi
dengan sistem jawa yaitu gethok tular atau obrolan dari mulut ke mulut, promosi dengan cara
seperti ini sangat menguntungkan untuk memperluas daerah pemasaran.
C.
ASPEK
TEKNIS
1.
Analisis Lokasi
Lokasi
yang digunakan untuk usaha kuliner
“Ayam Merah” ini adalah rumah
makan milik
sendiri yang berlokasi sangat strategis
karena warung makan yang terletak di pinggir jalan raya, sehingga
memungkinkan banyak konsumen yang
tertarik dengan sajian olahan makanan dari
usaha ini.
2.
Kebutuhan peralatan
kerja
Peralatan-peralatan yang digunakan dalam
proses produksi, antara lain :
§ Kompor :
2 buah (besar)
§ Wajan, serok, suthil :
3 set
§ Soblok :
2 buah (besar)
§ Baskom :
4 buah (besar)
§ Lemper
dan ulekan/munthu :
2 buah
§ Pisau :
5 buah
§ Piring dan sendok :
4 lusin
§ Tabung gas :
2 buah
3.
Kebutuhan tenaga kerja
Dalam
proses pengolahan dari kuliner “Ayam Merah” kebutuhan tenaga kerja dapat terpenuhi dari anggota
keluarga sendiri, tanpa harus membutuhkan tenaga kerja tambahan dari luar.
Tenaga kerja yang dibutuhkan 4
orang, 2 orang bertugas untuk menangani langsung dalam proses
pengolahan makanan, dan 2 orang lagi bertugas melayani konsumen.
4.
Biaya pabrik
Proses
produksi tentunya tidak lepas dari berbagai
biaya produksi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun biaya-biaya
tersebut, antara lain :
a.
Biaya variabel tiap
bulan
1. Biaya
bahan baku Rp 1.500.000,00
2. Biaya
bahan penolong Rp 830.000,00 +
Jumlah Rp
2.330.000,00
b.
Biaya tetap
1. Biaya
penyusutan peralatan Rp 20.000,00
2. Biaya penyusutan gedung Rp 750.000,00 +
D.
ASPEK
MANAJEMEN DAN ORGANISASI
1.
Tim Manajemen
Manajemen di usaha kuliner “Ayam Merah”
ini semuanya di koordinasi oleh anggota
keluarga.
2.
Analisis SWOT
a.
Strength (Kekuatan)
Usaha kuliner Ayam Merah memiliki keunggulan yaitu
rasa yang super pedas dan tentunya sesuai dengan lidah masyarakat Gunungkidul
b.
Weakness (Kelemahan)
Setiap usaha pasti memiliki kelemahan, termasuk usaha
kuliner Ayam Merah ini, yaitu rasanya yang khas belum tentu semua masyarakat
meminati kuliner ini karena rasanya yang super pedas, masyarakat khawatir
dengan kesehatan mereka dan kalah saing dengan usaha kuliner lain.
c.
Opportunity (Peluang)
Peluang membuka usaha kuliner Ayam Merah ini sangat
besar karena belum banyak usaha kuliner di daerah Playen yang menghidangkan
kuliner dengan cita rasa yang super pedas. Rata-rata kuliner yang disajikan di
daerah Playen cenderung sama.
d.
Treath (Ancaman)
Ancaman yang mungkin akan kita hadapi dalam usaha ini
adalah, para konsumen akan bosan dengan rasa yang super pedas ini, selain itu
bahan baku untuk olahan kuliner ini harganya akan semakin mahal.
3.
Masalah-masalah yang
potensial terjadi
a.
Masalah permodalan
Memerlukan biaya yang cukup besar, mengingat bahan
baku utama pada usaha kuliner “Ayam Merah” ini harganya cukup mahal.
b.
Masalah persaingan
Adanya usaha kuliner lain yang lebih
dulu mengusai pasar.
4.
Risiko dan Hambatan
Risiko dan hambatan yang
dialami usaha ini adalah :
a.
Harga bahan baku yang
terus meningkat
b.
Kerusakan alat produksi
c.
Hasil yang tidak sesuai
dengan rencana
d.
Adanya isu-isu yang
tidak mengenakan mengenai kualitas ayam sebagai bahan baku pada usaha kuliner
ini
5.
Tindakan alternatif
a.
Menyesuaikan harga jual kuliner, dengan memperhitungkan laba yang cukup
menguntungkan untuk menghindari resiko gulung tikar
b.
Menggunakan peralatan
dengan sebaik-baiknya untuk meminimalkan jumlah akumulasi penyusutan dan kerusakan peralatan
c.
Memilih pemasok
ayam yang dapat dipercaya dan memilih ayam yang benar-benar sehat dan
berkualitas.
d.
Tidak
menggunakan bahan pengawet, karena usaha yang akan kita dirikan mengutamakan
kesehatan dari konsumen
e.
Mengganti bahan
bakar gas dengan biogas dan kayu bakar untuk mengantisipasi kenaikan harga dan
kelangkaan gas itu sendiri.
f.
Mencari
informasi mengenai persaingan pasar dan terus melakukan inovasi olahan makanan
yang berbahan ayam.
6.
Struktur
organisasi
|
Keterangan
:
a.
Pemilik bertugas
:
− Mengawasi jalannya usaha
− Melayani costumer
− Membantu dalam mengolah bahan baku
− Fleksibel
b.
Koki bertugas :
− Mengolah bahan baku
− Mensajikan kuliner
− Melayani konsumen
c.
Kasir bertugas :
− Melayani pembayaran konsumen
− Mengatur jalannya keuangan usaha
d.
Pelayan bertugas
:
− Melayani konsumen baik yang datang langsung maupun
pelayanan pesan-antar
E.
ASPEK
YURIDIS
Berikut
ini adalah dokumen-dokumen yang dapat
digunakan sebagai kekuatan hukum kepemilikan usaha ini :
1.
Kepemilikan SITU
2.
Kepemilikan SIUP
Selain kepemilikan kekuatan hukum di atas, usaha kami juga membuat tata
tertib usaha, yaitu :
1.
Pekerjaan
dimulai dari 04.00 WIB-selesai
2.
Harus menjaga
kebersihan dan kerapian tempat kerja atau usaha
3.
Memberi
pelayanan prima kepada konsumen
4.
Harus jujur, bertanggungjawab,
dan berkomitmen
5.
Mampu
menciptakan suasana kerja yang damai, harmonis, dan bersahabat
6.
Menjaga keamanan
dan keselamatan kerja
7.
Tutup jam buka
usaha pada jam yang telah ditentukan
F.
ASPEK
ADMINISTRASI
DAN KEUANGAN
1.
Sumber Modal
Tabungan sendiri,
dengan rincian biaya sebagai berikut :
a.
Pengadaan peralatan
Rp
|
200.000,00
|
|
Rp
|
250.000,00
|
|
Rp
|
250.000,00
|
|
Rp
|
150.000,00
|
|
|
50.000,00
|
+
|
1)
Gas 2 tabung
120kg
2)
2 buah soblok
besar
3)
3
set alat penggorengan
4)
4
buah baskom
5)
5
buah pisau
Rp
900.000,00
b.
Pengadaan bahan baku
1)
Ayam potong Rp 1.500.000,00
c.
Pengadaan bahan
penolong
1)
Minyak goreng Rp 300.000,00
2)
Plastik pembungkus Rp 10.000,00
3)
Gula jawa Rp 60.000,00
4)
Cabai rawit Rp 100.000,00
5)
Cabai merah
besar Rp
70.000,00
6)
Beras Rp 210.000,00
7)
Bumbu-bumbu Rp 80.000,00 +
Rp
830.000,00
d.
Biaya overhead pabrik
1)
Biaya penyusutan
peralatan
· Penyusutan peralatan
Rp 20.000,00
· Penyusutan gedung Rp 750.000,00
+
Rp 770.000,00 +
2.
Dana yang dibutuhkan
Biaya
produksi yang terserap dalam 1 bulan sebagai berikut :
· Biaya bahan baku Rp
1.500.000,00
· Biaya bahan penolong Rp 830.000,00
· Biaya tenaga kerja Rp 800.000,00
· Biaya penyusutan peralatan Rp
20.000,00
· Biaya penyusutan gedung Rp 750.000,00+
Rp
6.500,00
|
Harga
jual : Rp 10.000,00
3.
Perhitungan Laba/Rugi
Penjualan
selama 1 bulan Rp 10.000,00 x 600 potong =
Rp 6.000.000,00
Biaya
produksi :
Biaya bahan baku Rp 1.500.000,00
Biaya bahan penolong Rp 830.000,00
Biaya penyusutan peralatan Rp 20.000,00
Biaya penyusutan gedung Rp 750.000,00
Rp 3.900.000,00 −
Laba
Rp 2.100.000,00
4.
Rencana Arus
Kas ( Cash Flow )
ARUS KAS
DARI KEGIATAN OPERASIONAL
Penerimaan penjualan Rp 6.000.000,00
Pembelian bahan baku (Rp 1.500.000,00)
Pembayaran gaji (Rp 800.000,00)
Pembelian bahan penolong (Rp 830.000,00)−
Kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi Rp 2.870.000,00
ARUS KAS
DARI KEGIATAN INVESTASI
Pembelian peralatan (Rp
800.000,00)
ARUS KAS
DARI KEGIATAN PENDANAAN
Modal awal Rp 4.000.000,00+
5.
Analisis BEP ( Break
Event Point )
Biaya
yang harus dikeluarkan :
· Biaya bahan baku Rp 1.500.000,00
· Biaya bahan penolong Rp 830.000,00
· Biaya penyusutan peralatan Rp 20.000,00
· Biaya penyusutan gedung Rp 750.000,00
· Biaya gaji Rp 800.000,00 +
Harga jual produk =
Rp 10.000,00/porsi
390
|
Rp
10.000,00
Jadi, dalam 1 bulan penjualan kuliner harus mampu
mencapai 390
porsi, sehingga dalam
1 hari minimal menjual 13
porsi.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Untuk
membangun usaha yang baik dan sukses, perlu adanya perencanaan yang matang dari
berbagai aspek, seperti aspek manajemen dan keuangan. Salah satu manajemen yang
dilakukan adalah dengan membuat proposal usaha. Karena dengan dibuatnya
proposal usaha, maka kita dapat mengetahui rencana-rencana dan anggaran biaya
yang akan kita keluarkan untuk ke depannya. Proposal yang dibuat ini juga dapat
menjadi acuan atau tolak ukur bagi kita untuk menjalankan usaha yang akan kita
jalankan di masa mendatang.
B.
Saran
Sesuai
kesimpulan di atas, ada beberapa saran yang dapat diperhatikan dalam
menjalankan usaha, antara lain :
1.
Dalam memilih
bidang usaha, kita harus mengenali terlebih dahulu bakat dan keterampilan yang
kita miliki
2.
Mempunyai
rencana yang matang
3.
Memiliki etos
kerja yang tinggi
4.
Telaten dan ulet
5.
Mengutamakan
kejujuran
6.
Melayani
konsumen dengan prima
7.
Sebaiknya
mencari informasi yang cukup dari pihak-pihak yang berhubungan dengan usaha
yang akan dijalankan
8.
Perlu diadakan
pembukuan dan analisa untuk mengetahui besarnya pengeluaran dan pemasukan yang
diperoleh, besarnya laba atau rugi demi perbaikkan usaha sehingga menjadi usaha
yang lebih baik
9.
Jangan cepat
puas dengan apa yang telah dicapai
No comments:
Post a Comment